Cerita.co.id melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (13/3/2026) dengan kinerja yang sangat mengecewakan. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini ditutup anjlok signifikan, kehilangan 199,05 poin atau setara 2,70 persen, dan parkir di level 7.163. Penurunan drastis ini menandai hari yang berat bagi para investor di pasar modal, memicu kekhawatiran akan sentimen pasar yang sedang lesu menjelang akhir pekan.
Kondisi pasar yang muram tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Data penutupan menunjukkan bahwa sebanyak 651 saham terperosok ke zona merah, jauh melampaui 113 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 194 saham lainnya memilih untuk stagnan tanpa perubahan harga berarti. Total nilai transaksi perdagangan pada hari itu mencapai angka Rp13,2 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 26,2 miliar saham, mengindikasikan aktivitas jual yang cukup masif dari para pelaku pasar.

Tak hanya IHSG, indeks-indeks utama lainnya juga tak luput dari tekanan jual. Indeks LQ45 tercatat merosot 3,04 persen ke level 728, diikuti oleh Indeks JII yang anjlok 3,93 persen ke 472. Kemudian, Indeks IDX30 juga melemah 2,16 persen menjadi 391, dan Indeks MNC36 ikut tertekan 2,32 persen ke posisi 304. Hampir seluruh indeks sektoral tak mampu menahan gempuran tekanan jual, dengan sektor energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, dan industri semuanya mencatatkan pelemahan signifikan. Namun, di tengah gelombang merah, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan. Sektor konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, dan kesehatan menjadi sedikit titik terang dengan mampu menguat, memberikan harapan di tengah kelesuan pasar.

Related Post
Meskipun pasar secara keseluruhan melemah, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga yang fantastis. Di antara deretan top gainers, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) memimpin dengan kenaikan luar biasa sebesar 34,95 persen, mengakhiri perdagangan di Rp139 per saham. Disusul oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang melonjak 24,86 persen ke Rp2.260, dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang juga melesat 24,82 persen, ditutup pada Rp176 per saham. Kenaikan signifikan ini menjadi anomali di tengah dominasi sentimen negatif pasar.







Tinggalkan komentar