JAKARTA – Cerita.co.id melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 30 April 2026, dengan performa yang mengecewakan. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini mengalami koreksi signifikan sebesar 144,43 poin atau setara 2,03 persen, mengakhiri sesi di level 6.956. Penurunan ini menandai hari yang berat bagi para investor di pasar modal.
Data perdagangan menunjukkan bahwa hanya 146 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas, yakni 600 saham, harus ditutup melemah. Sebanyak 213 saham lainnya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga. Total nilai transaksi harian mencapai angka fantastis Rp21,7 triliun, melibatkan perputaran 46,2 miliar lembar saham. Angka transaksi yang tinggi di tengah penurunan tajam ini bisa mengindikasikan aksi jual yang masif.

Sentimen negatif ini turut menyeret indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 terkoreksi 2,16 persen ke 669, Indeks JII anjlok 1,87 persen ke 462, Indeks IDX30 merosot 1,74 persen ke 372, dan Indeks MNC36 tak luput dari tekanan, turun 2,10 persen ke 291.

Related Post
Kondisi pasar yang memerah ini merata di seluruh sektor. Seluruh indeks sektoral, mulai dari energi, keuangan, industri, konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, teknologi, kesehatan, properti, bahan baku, hingga transportasi, semuanya terpantau berada di zona negatif. Ini menunjukkan tekanan jual yang bersifat menyeluruh di hampir semua lini bisnis.
Di tengah gejolak pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja impresif sebagai top gainers. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin dengan kenaikan fantastis 28,57 persen menjadi Rp126. Disusul oleh PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) yang melonjak 24,74 persen ke level Rp474, serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yang menguat 16,48 persen, ditutup pada harga Rp212. Kenaikan saham-saham ini menjadi secercah harapan di tengah dominasi sentimen negatif pasar.







Tinggalkan komentar