Cerita.co.id, Jakarta – Aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback oleh sejumlah emiten perbankan, termasuk raksasa perbankan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), menjadi angin segar bagi pasar modal. Langkah ini diyakini menjadi katalis positif yang dapat mendorong pergerakan saham di tengah sentimen pasar yang fluktuatif.
Analis pasar modal, Praska Putrantyo, mengungkapkan bahwa buyback berpotensi memperkuat tren bullish jangka pendek. Optimisme ini didasari oleh ekspektasi perbaikan kinerja sektor perbankan pada tahun mendatang. "Ini menjadi sentimen positif bagi harga saham bank-bank besar, termasuk BMRI, karena prospek sektor perbankan saat ini masih netral dan berpeluang membaik menjadi positif di tahun depan," ujarnya pada Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut, lembaga analisis data pasar modal tersebut menilai bahwa saham-saham perbankan BUMN kini kembali menarik untuk dikoleksi. Hal ini didorong oleh efek positif dari tren suku bunga rendah yang memberikan ruang gerak lebih luas bagi perbankan dalam menjalankan bisnisnya.

Related Post
Sebelumnya, saham-saham bank BUMN sempat mengalami tekanan akibat sentimen negatif pasar yang khawatir terhadap berbagai program pemerintah yang dinilai dapat membebani kinerja sektor perbankan. Namun, dengan adanya aksi buyback, kepercayaan investor terhadap sektor perbankan kembali meningkat, sehingga memberikan dorongan positif bagi pergerakan harga saham. Aksi korporasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pasar modal Indonesia.









Tinggalkan komentar