Cerita.co.id melaporkan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis dengan menjalin kemitraan bersama Hebei International Trade Group Co., Ltd, sebuah konglomerat asal Tiongkok. Kolaborasi ini menandai babak baru bagi industri baja nasional, dengan ambisi utama untuk memangkas ketergantungan Indonesia terhadap produk baja impor. Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi di sektor baja Tanah Air.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (3/6/2026), menegaskan bahwa melalui sinergi perdagangan ini, Indonesia akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan baja domestik. Untuk mendukung visi tersebut, Krakatau Steel telah mengalokasikan area seluas sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus. Lahan ini dipersiapkan untuk menyambut investasi baru, khususnya dari pabrikan baja Tiongkok yang diharapkan dapat mendirikan unit produksi langsung di Tanah Air, memanfaatkan bahan baku dari Krakatau Steel. "Kami bertekad agar industri baja dibangun di Indonesia demi memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri," ujar Akbar.

Optimisme serupa juga digaungkan oleh Gubernur Banten, Andra Soni. Ia meyakini bahwa masuknya mitra dari Provinsi Hebei, Tiongkok, akan memperkokoh fondasi industrialisasi nasional sekaligus memacu laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Khususnya, Kota Cilegon yang dikenal sebagai sentra utama industri baja di Indonesia, diprediksi akan merasakan dampak positif yang signifikan.

Related Post
Andra Soni menambahkan, kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat posisi Banten sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional. Keberadaan Krakatau Steel sebagai industri hulu yang vital, ditambah dengan potensi besar Provinsi Banten—terutama pelabuhan internasional di Cilegon dengan kedalaman perairan alami mencapai 21 meter—menjadi magnet kuat bagi para investor global. Kondisi geografis dan infrastruktur yang mumpuni ini sangat mendukung pengembangan industri baja terintegrasi, termasuk hilirisasi dan distribusi skala besar. "Ini adalah momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi," pungkas Andra.









Tinggalkan komentar