Cerita.co.id – Klaim mengejutkan datang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut biodiesel B50 mampu memperpanjang usia pakai filter solar secara signifikan. Namun, pernyataan tersebut disambut dengan pandangan hati-hati, bahkan cenderung kontradiktif, dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).
Menurut Bahlil, hasil uji jalan B50 yang telah berlangsung selama enam bulan menunjukkan performa yang melampaui B40. Ia memaparkan, jika filter bahan bakar pada penggunaan B40 umumnya memerlukan penggantian setelah menempuh 10.000 hingga 20.000 kilometer, beberapa kendaraan yang diuji dengan B50 justru masih berfungsi optimal meski telah menempuh jarak 40.000 kilometer tanpa penggantian filter. Pengujian komprehensif ini melibatkan beragam jenis kendaraan dan moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, mobil penumpang, hingga kapal, mencakup merek dari Asia hingga Eropa.
Tanggapan berbeda disampaikan oleh Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosadi. Ia mengaku telah membaca hasil uji tersebut, namun Isuzu belum dapat memastikan validitas klaim perpanjangan usia filter solar.

Related Post
"Jujur kami tidak memahami secara persis bagaimana pengetesan yang dilakukan," ujar Anjar kepada wartawan di Karawang (20/7/2026). Ia menjelaskan, secara karakteristik, biodiesel memiliki sifat hidroskopis atau mudah menyerap air, serta kemampuan cleansing yang tinggi. Kedua sifat ini, menurutnya, justru berpotensi membuat kerja filter bahan bakar menjadi lebih berat.
"Filter bahan bakar itu harus bergerak lebih ekstra, harus menyaring air dan kotoran-kotoran yang tergerus oleh biofuel itu sendiri," terang Anjar.
Meskipun demikian, Anjar menambahkan bahwa berdasarkan pengujian internal yang dilakukan Isuzu, hingga saat ini belum ditemukan adanya penurunan performa kendaraan maupun masalah pada sistem bahan bakar saat menggunakan biodiesel. "Kalau dibilang jadi lebih panjang, kami belum menemukan itu. Tapi konteksnya masih normal," ujarnya.
Isuzu menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan biodiesel B50. Berbagai uji coba telah dilakukan pada kendaraan produksi mereka. Namun, Anjar mengingatkan adanya sejumlah tantangan karena perbedaan karakter biodiesel dengan solar konvensional. Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk selalu memastikan sumber bahan bakar terpercaya sehingga kandungannya sesuai spesifikasi, serta melakukan perawatan berkala, termasuk pengecekan kondisi filter bahan bakar.
Uji coba Isuzu sendiri masih terus berlangsung hingga jarak tempuh 60.000 kilometer untuk memantau dampak jangka panjang penggunaan biodiesel terhadap komponen kendaraan. "Dari hasil uji coba tidak ada masalah dan semuanya masih berjalan dengan normal," tutup Anjar.







Tinggalkan komentar