Cerita.co.id mengabarkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu (3/6/2026) dengan kinerja yang kurang menggembirakan. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini terperosok tajam, anjlok 254,36 poin atau setara 4,11 persen, menutup hari di level 5.941. Penurunan signifikan ini menandai hari yang berat bagi pasar modal domestik.
Kondisi pasar yang lesu tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah di lantai bursa. Tercatat, sebanyak 726 saham harus kehilangan nilainya, jauh melampaui 75 saham yang berhasil menguat, sementara 158 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi, dengan total transaksi mencapai Rp25,1 triliun yang melibatkan perputaran 36 miliar saham, menunjukkan adanya aksi jual yang masif.

Keterpurukan tidak hanya menimpa IHSG, namun juga menyeret indeks-indeks utama lainnya. Indeks LQ45 tergelincir 4,89 persen ke 588, disusul Indeks JII yang anjlok 6,09 persen ke 354. Sementara itu, Indeks IDX30 dan MNC36 masing-masing terkoreksi 4,50 persen ke 333 dan 4,36 persen ke 258. Lebih lanjut, seluruh indeks sektoral kompak berada di zona merah, meliputi sektor konsumer non-siklikal, keuangan, properti, teknologi, kesehatan, energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, transportasi, hingga industri, mengindikasikan tekanan jual yang merata.

Related Post
Meskipun demikian, di tengah sentimen negatif yang melanda pasar, beberapa saham mampu mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi top gainers. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) memimpin dengan kenaikan fantastis 34,68 persen menjadi Rp167. Disusul oleh PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang melonjak 24,76 persen ke Rp655, serta PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) yang menguat 24,09 persen ke Rp1.365. Kenaikan ini memberikan sedikit warna hijau di tengah lautan merah yang mendominasi bursa.









Tinggalkan komentar