Bos Ford Tolak Keras Mobil China

Dana Sulistiyo

Bos Ford Tolak Keras Mobil China

Cerita.co.id – Alarm bahaya dibunyikan oleh Jim Farley, CEO raksasa otomotif Ford. Ia secara tegas mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melarang total penjualan mobil-mobil buatan China di negaranya. Kekhawatiran Farley bukan tanpa dasar; ia memprediksi serbuan kendaraan dari ‘Negeri Tirai Bambu’ tersebut dapat memicu kehancuran industri otomotif AS, bahkan berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.

Pernyataan Farley ini menandai pergeseran drastis dari pandangan sebelumnya. Ia sempat melontarkan pujian terhadap pabrikan China seperti BYD dan Xiaomi, mengakui kapabilitas mereka untuk bersaing dengan merek global sekelas Ford, GM, atau Toyota. Namun, kini nada Farley berubah tajam. "Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita," tegas Farley dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip Carscoops. Ia menambahkan, jika dibiarkan, sektor manufaktur AS akan menghadapi "pertumpahan darah" yang tak terhindarkan.

Bos Ford Tolak Keras Mobil China
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Akar masalahnya, menurut Farley, adalah subsidi masif dari pemerintah China yang memungkinkan produsen mereka menjual kendaraan dengan harga sangat kompetitif. "Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil," keluhnya, menyoroti ketidakseimbangan medan persaingan.

COLLABMEDIANET

Selain ancaman ekonomi, Farley juga menyoroti aspek keamanan data dan teknologi. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap mobil-mobil listrik China yang sarat dengan sensor, kamera, dan fitur konektivitas canggih. "Semua kendaraan ini memiliki 10 kamera. Mereka dapat mengumpulkan banyak data," ungkap Farley. Potensi pengumpulan data dalam skala besar ini menjadi sorotan serius, memicu kekhawatiran akan privasi dan keamanan nasional. "Saya sangat berharap, kita tidak mengizinkan mereka melewati perbatasan," imbuhnya, menekankan urgensi pencegahan.

Pemerintah AS sendiri tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membendung laju mobil China, termasuk penerapan tarif impor sebesar 100% untuk setiap unit yang masuk ke AS. Namun, langkah ini tampaknya belum cukup. Kendaraan-kendaraan China kini semakin mendekat ke perbatasan AS. Meksiko, tetangga selatan AS, telah membuka pintu lebar-lebar bagi penjualan mobil China, bahkan pabrikan raksasa seperti BYD telah memulai produksi di sana.

Di utara, Kanada juga telah mengizinkan masuknya mobil China, dengan Stellantis bahkan dikabarkan mempertimbangkan untuk memproduksi kendaraan listrik Leapmotor asal China di bekas pabrik Jeep di Provinsi Ontario. Situasi ini menempatkan AS dalam posisi dilematis, di mana ancaman yang dikhawatirkan Farley kini terasa semakin nyata dan mendesak untuk ditangani.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar