Cerita.co.id melaporkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tengah gencar melakukan upaya strategis untuk memastikan optimalisasi penerimaan negara sekaligus memperkokoh integritas jajaran pegawainya. Di tengah bayang-bayang konflik global yang menciptakan ketidakpastian ekonomi, Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, mengambil langkah proaktif dengan menyambangi sejumlah kantor wilayah guna menyampaikan arahan penting secara langsung.
Kunjungan kerja intensif ini mencakup Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, serta Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Kota-kota seperti Kudus, Kediri, dan Pasuruan menjadi titik sentral bagi Djaka untuk berinteraksi dan memberikan motivasi kepada para staf. "Dalam kondisi global yang penuh gejolak, kita tidak boleh sedikit pun menurunkan kualitas pelayanan dan pengawasan yang kita berikan," tegas Djaka pada Kamis (16/4/2026), menekankan pentingnya menjaga standar tinggi di segala situasi.

Di Bea Cukai Kudus, yang menjadi pusat konsolidasi untuk Kanwil Jawa Tengah dan DIY, Djaka menyoroti transformasi signifikan. Kantor ini kini tidak hanya bergantung pada sektor cukai, melainkan juga telah berkembang pesat dengan fokus pada kawasan berikat. Djaka menekankan perlunya fokus pada dua lini bisnis utama tersebut, seraya memotivasi seluruh jajaran agar tetap optimistis mengejar target penerimaan tahun 2026. Ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh integritas melalui implementasi prinsip zero fraud serta menjauhi segala praktik yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat.

Related Post
Penguatan kerja tim juga menjadi prioritas utama. Djaka menegaskan bahwa kinerja organisasi yang optimal tidak akan tercapai melalui upaya individual, melainkan melalui kolaborasi yang solid dan sinergi antar unit. Dalam situasi global yang tidak menentu, Bea Cukai dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara upaya mengoptimalkan pemasukan kas negara dan memberikan fasilitas yang memadai bagi para pelaku usaha, tanpa pernah mengorbankan kualitas pelayanan maupun pengawasan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi dan integritas institusi di tengah tantangan yang kian kompleks.









Tinggalkan komentar