Awas Antrean Cas Listrik Bisa Hangus

Awas Antrean Cas Listrik Bisa Hangus

Cerita.co.id, Jakarta – Era kendaraan listrik semakin memudahkan penggunanya. Kini, proses antrean pengisian daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN tidak lagi mengharuskan Anda menunggu di lokasi. Sistem antrean digital yang terintegrasi melalui aplikasi PLN Mobile memungkinkan pengguna memantau giliran secara real-time. Namun, ada satu peringatan penting: kelalaian sedikit saja bisa membuat antrean Anda hangus.

Fitur inovatif bernama AntreEV pada aplikasi PLN Mobile ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pemilik kendaraan listrik. Dengan AntreEV, pengemudi tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam menunggu di samping charger. Anda bisa memanfaatkan waktu tunggu untuk aktivitas lain, sembari tetap memantau posisi antrean dari mana saja. Ini menjamin tidak ada lagi insiden ‘serobot antrean’ yang kerap menjadi keluhan.

Awas Antrean Cas Listrik Bisa Hangus
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bagaimana cara memanfaatkan kemudahan ini? Prosesnya cukup sederhana:

COLLABMEDIANET
  1. Buka aplikasi PLN Mobile dan navigasikan ke menu ‘EV’.
  2. Pilih SPKLU tujuan Anda dari daftar yang tersedia.
  3. Lakukan pemindaian kode QR (WR) yang tertera di lokasi SPKLU.
  4. Akses fitur AntreEV untuk melihat kondisi antrean terkini.
  5. Periksa jumlah antrean dan estimasi waktu tunggu Anda.
  6. Setelah mendapatkan giliran, atau jika antrean terlalu panjang, Anda juga bisa mencari SPKLU alternatif terdekat.

Namun, kemudahan ini datang dengan syarat yang tidak boleh diabaikan. Pengguna diwajibkan untuk hadir tepat waktu saat giliran pengisian daya tiba. PLN menegaskan, jika dalam waktu 2 menit setelah giliran dipanggil tidak ada respons dari pengguna, antrean akan secara otomatis dibatalkan. Sistem akan langsung mengalihkan giliran ke kendaraan berikutnya, sehingga pengguna yang terlambat harus mengulang proses antrean dari awal. Ini adalah mekanisme untuk memastikan efisiensi dan kelancaran layanan bagi semua.

Peningkatan fasilitas SPKLU ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari PLN Mobile, jumlah SPKLU di seluruh Indonesia kini telah menembus angka 5.046 unit, dan terus digenjot pembangunannya untuk mengakomodasi lonjakan permintaan. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicles/BEV) di pasar domestik telah mencapai 83.758 unit sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, melonjak signifikan 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tidak hanya BEV, kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) juga dapat memanfaatkan fasilitas SPKLU. Segmen ini juga menunjukkan tren penjualan yang positif, dengan distribusi mencapai 6.988 unit dari Januari hingga Juli tahun ini, jauh melampaui 2.088 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini semakin menegaskan pentingnya infrastruktur pengisian daya yang memadai bagi beragam jenis kendaraan listrik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar