Pertalite Langka Warga Bayar Dobel

Pertalite Langka Warga Bayar Dobel

Cerita.co.id melaporkan, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memicu krisis yang meresahkan. Antrean panjang tak terhindarkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), memaksa warga merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan BBM eceran yang harganya kini melonjak drastis.

Harga Pertalite eceran yang biasanya Rp 15 ribu per botol besar air mineral, kini melambung hingga Rp 35 ribu. Bahkan untuk ukuran sedang, harganya mencapai Rp 25 ribu. Fenomena ini, meski membebani, tetap menjadi pilihan utama bagi banyak warga yang enggan menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean panjang di SPBU. "Saya tidak masalah beli lebih mahal daripada mengantri berjam-jam. Ini saja sulit bisa dapat," tutur Rahma, seorang warga Manggala, Makassar, yang dikutip dari Antaranews.

Pertalite Langka Warga Bayar Dobel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rahma menambahkan, kelangkaan BBM ini telah mengganggu rutinitas hariannya, mulai dari mengantar anak ke sekolah, mengunjungi sanak saudara, hingga menunaikan kewajiban pekerjaan. Ia bahkan terpaksa beralih menggunakan jasa ojek daring untuk beberapa aktivitas, sebuah keputusan yang berujung pada pembengkakan pengeluaran rumah tangganya.

COLLABMEDIANET

Dampak kelangkaan ini juga dirasakan para pedagang BBM eceran. Muliati, seorang penjual dari Kabupaten Takalar, mengungkapkan bahwa ia harus berjuang ekstra keras dengan mengantre sejak dini hari demi mendapatkan pasokan. "Sekarang, sudah tidak masalah, yang diberikan Pertalite atau Pertamax yang penting kita menjual karena kalau tidak begitu, mata pencarian kami pedagang kecil akan hilang," ujarnya pasrah.

Muliati menceritakan, ia biasa memulai antrean antara pukul 01.00 hingga 02.40 WITA, waktu yang dianggapnya lebih ‘manusiawi’ dibandingkan siang hari yang bisa memakan waktu empat hingga lima jam.

Kenaikan harga juga merambah ke Pertamini, di mana Pertalite yang semula dijual sekitar Rp 10 ribu per liter, kini dipatok antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per liter. Meskipun demikian, Pertamini tetap menjadi sasaran serbuan warga yang putus asa mencari BBM. Salah satu contohnya terlihat di Jalan Minasa Upa, Makassar, di mana antrean kendaraan memicu kemacetan parah dari sore hingga malam hari, sebuah pemandangan yang juga jamak ditemui di berbagai titik Pertamini lainnya.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulsel tengah berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk mencari solusi konkret. Pasalnya, kelangkaan BBM ini tidak hanya mengganggu aktivitas individu, tetapi juga mulai berdampak serius pada layanan publik dan roda perekonomian masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar