Cerita.co.id, Jakarta – Pasca pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN ke Bank Syariah Nasional (BSN), status karyawan menjadi sorotan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memberikan kejelasan mengenai hal ini, dengan memilih skema penugasan sementara selama dua tahun untuk mendukung keberhasilan BSN di masa awal konsolidasi.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan BSN dapat berjalan dengan baik. Karyawan baru yang direkrut oleh BSN akan langsung berstatus sebagai pegawai BSN. Namun, karyawan existing UUS BTN saat ini masih berstatus penugasan dari BTN. Hal ini dilakukan karena BSN membutuhkan tenaga senior yang berpengalaman dari UUS BTN untuk membantu proses konsolidasi.

Nixon menjamin bahwa seluruh hak dan kewajiban karyawan existing yang ditugaskan ke BSN tidak akan berkurang. Justru, potensi karir mereka di BSN akan jauh lebih baik karena ini merupakan "rumah baru" bagi mereka. BTN juga memberikan garansi finansial, di mana kenaikan gaji karyawan selama dua tahun ke depan akan sama dengan yang terjadi di BTN. Setelah periode tersebut, karyawan akan memutuskan sendiri kelanjutan karir mereka di BSN sesuai dengan kinerja masing-masing.

Related Post
Dengan adanya jaminan ini, diharapkan para karyawan UUS BTN dapat merasa aman dan termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan BSN. BTN berkomitmen untuk memastikan transisi berjalan lancar dan memberikan dukungan penuh kepada BSN dalam mencapai kesuksesan. Keputusan akhir mengenai status karyawan akan diambil setelah dua tahun masa penugasan, dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk kinerja dan kebutuhan BSN.







Tinggalkan komentar