Pemadam Api Jadi Mahakarya Jakarta

Pemadam Api Jadi Mahakarya Jakarta

Cerita.co.id melaporkan adanya gebrakan di kancah seni rupa Ibu Kota. Sebuah pameran unik baru saja dibuka, membalikkan persepsi umum tentang alat pemadam api ringan (APAR), mengubahnya dari sekadar perangkat keselamatan menjadi sebuah mahakarya seni yang memukau. Pameran bertajuk ‘Jelaga di Ujung Raya’ ini resmi dibuka pada 12 September 2026 di Galeri Zen1, Menteng, Jakarta Pusat, dan berlangsung singkat hingga 13 September 2026.

Inisiatif ini secara inovatif menyatukan dua domain yang sebelumnya dianggap terpisah: industri keselamatan kebakaran dan seni rupa kontemporer. Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, yang turut hadir, mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep pameran. "Bagi saya, lukisan biasa itu lumrah. Namun, tema ‘jelaga’ kali ini sungguh luar biasa spesifik. Ternyata, material lukisan tidak hanya terbatas pada tinta atau cat, melainkan juga bisa menggunakan api," ujarnya, menyoroti dimensi baru dalam ekspresi artistik.

Pemadam Api Jadi Mahakarya Jakarta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pameran ini merupakan buah kolaborasi strategis antara LFK (Lithium Fire Killer), lini produk keselamatan kendaraan listrik dari PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (PT FAST), dengan seniman kenamaan Indonesia, Arkiv Vilmansa. Selain Arkiv, sebanyak 20 seniman Indonesia lainnya turut berpartisipasi, menampilkan beragam karya yang mengeksplorasi tema "jelaga" dan api dalam berbagai medium. Arkiv Vilmansa sendiri memukau pengunjung dengan karya fenomenalnya yang diciptakan menggunakan teknik melukis dengan api, sebuah pendekatan revolusioner yang diklaim sebagai yang pertama di dunia untuk media kanvas.

COLLABMEDIANET

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Dr. H. Moeldoko, yang meresmikan pameran, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam membangun kesadaran. "Ini adalah upaya bagaimana teknologi dan seni dapat digabungkan untuk menciptakan kesadaran yang menarik. Jika APAR hanya diletakkan di sudut ruangan, mungkin kesadaran kita tidak akan terbangun. Namun, ketika APAR ini dipoles dengan sentuhan seni dan ditempatkan di ruang terbuka, bahkan di ruang tamu, semua orang akan tertarik. Dengan demikian, pengguna kendaraan listrik tidak perlu lagi merasa khawatir," jelas Moeldoko, menggarisbawahi tujuan edukatif di balik estetika yang disajikan.

Di tengah kemeriahan pameran, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, Dr. Bayu Meghantara, M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari PT FAST. Perusahaan tersebut menyerahkan Portex EV Fire Blanket, selimut anti api khusus kendaraan listrik, yang akan secara signifikan memperkuat kesiapan petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta dalam menangani insiden kebakaran kendaraan listrik di jalan raya. Pameran ini berhasil membuktikan bahwa seni tidak mengenal batasan, bahkan mampu mengubah alat keselamatan menjadi medium ekspresi yang powerful sekaligus edukatif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar