Cerita.co.id mengabarkan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempertimbangkan secara serius opsi untuk memperpanjang durasi jam perdagangan saham. Rencana ini, yang berpotensi menambah waktu transaksi hingga 30 menit, masih dalam tahap pengkajian mendalam dan belum memiliki jadwal implementasi yang pasti.
Menurut Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, inisiatif ini muncul setelah meninjau praktik yang diterapkan oleh sejumlah bursa efek global yang telah lebih dulu mengadopsi jam perdagangan yang lebih panjang. "Kami memang akan melakukan penambahan, namun kemungkinan hanya sedikit, apakah itu sekitar 30 menit, hal tersebut masih dalam proses kajian kami," ungkap Iding saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia baru-baru ini.
Meskipun demikian, Iding Pardi memberikan catatan penting terkait potensi dampak penambahan jam perdagangan. Ia menilai bahwa perpanjangan waktu transaksi tidak serta-merta menjamin peningkatan likuiditas pasar secara signifikan. Observasi BEI menunjukkan bahwa di beberapa bursa yang telah memperpanjang jam operasionalnya, aktivitas transaksi cenderung tetap terkonsentrasi pada periode-periode tertentu, bukan merata sepanjang hari.

Related Post
Keputusan final mengenai penambahan jam perdagangan ini akan sangat bergantung pada hasil kajian komprehensif yang dilakukan BEI, dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk efisiensi pasar, kenyamanan investor, serta perbandingan dengan standar bursa internasional. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pasar modal Indonesia tanpa mengorbankan kualitas dan efektivitas transaksi. BEI berkomitmen untuk terus mencari cara meningkatkan daya tarik dan kinerja pasar modal domestik.









Tinggalkan komentar