Gempuran Listrik Bikin LCGC Loyo

Dana Sulistiyo

Gempuran Listrik Bikin LCGC Loyo

Cerita.co.id – Geliat pasar otomotif Indonesia kini diwarnai fenomena menarik. Kendaraan listrik (EV) dengan banderol harga terjangkau, mulai dari Rp 200 jutaan, secara mengejutkan menggerus dominasi segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang selama ini menjadi primadona. Dulu identik dengan pilihan ekonomis, kini LCGC menghadapi tantangan berat, terbukti dari data penjualan yang menunjukkan penurunan drastis.

Penurunan performa LCGC ini menjadi sorotan utama. Jika sebelumnya mobil murah dan ramah lingkungan ini merajai jalanan dan menjadi pilihan utama keluarga Indonesia, kini posisinya mulai tergantikan oleh daya tarik teknologi elektrifikasi yang semakin mudah diakses.

Gempuran Listrik Bikin LCGC Loyo
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengonfirmasi kondisi ini. Penjualan wholesale (distribusi dari pabrik ke dealer) LCGC sepanjang tahun 2025 hanya mencapai 122.686 unit. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 30,6% dibandingkan periode tahun sebelumnya, menandakan tekanan pasar yang tidak main-main.

COLLABMEDIANET

Padahal, di kuartal pertama 2025, segmen LCGC sempat menunjukkan taringnya dengan rata-rata pengiriman di atas 12 ribu unit per bulan. Namun, memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, distribusinya merosot tajam, hanya berkisar di angka 8-9 ribuan unit. Senada dengan data wholesale, penjualan retail (dari dealer ke konsumen) LCGC juga mengalami kontraksi, hanya mencapai 130.799 unit di tahun 2025, jauh di bawah perolehan tahun 2024 yang mencapai 178.726 unit.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengakui adanya tekanan pada segmen LCGC. Saat berbicara di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, ia menyatakan, "Kalau kita bicara mengenai segmen mobil murah dan ramah lingkungan atau LCGC, ini juga sama mengalami tekanan penjualan wholesale LCGC pada tahun 2025 mencapai 122.686 unit, turun 30,6% (dibanding) pada tahun yang sebelumnya." Agus menambahkan bahwa pemerintah akan tetap memberikan perhatian serius pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal yang efektif.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, secara blak-blakan menyebut kehadiran mobil listrik murah sebagai biang kerok kemerosotan LCGC. "LCGC kita rusak, turun sampai 37 persen," ujarnya, seperti dikutip Cerita.co.id. Ia menjelaskan bahwa dengan modal Rp 200 jutaan, konsumen kini bisa mendapatkan mobil listrik dengan desain menarik dan fitur yang lebih lengkap, menjadi alternatif yang sangat menggoda.

Meski demikian, Jongkie optimis bahwa segmen kendaraan murah masih memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pergeseran teknologi menuju kendaraan elektrifikasi adalah sebuah keniscayaan yang harus diantisipasi. "Orang sekarang melihat pilihan. Kalau selisih harganya tipis tapi teknologinya lebih maju, tentu mereka beralih," pungkas Jongkie, menyoroti preferensi konsumen yang semakin cerdas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar