Cerita.co.id – Gelombang kasus penipuan bermodus QRIS palsu semakin meresahkan masyarakat, kini merambah hingga industri otomotif. Seorang calon konsumen mobil listrik Chery Q menjadi korban, mengalami kerugian fantastis hingga puluhan juta rupiah akibat ulah oknum sales nakal. Insiden ini sontak memicu respons dari Chery Indonesia, yang segera mengambil langkah hukum dan memberikan peringatan keras kepada calon pembeli.
Modus operandi yang digunakan tergolong licik: oknum sales tersebut memanipulasi sistem pembayaran QRIS. Meskipun tampilan QRIS menunjukkan nama dealer resmi Chery, namun sejatinya dana yang ditransfer masuk langsung ke rekening pribadi si oknum. Yang lebih mengkhawatirkan, korban melakukan transaksi berulang kali, tidak hanya sekali, sehingga total kerugian membengkak signifikan.
Menanggapi kasus serius ini, Chery Sales Indonesia (CSI) tidak tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat melaporkan oknum sales tersebut ke pihak berwajib dan memberikan pendampingan penuh kepada korban. Budi Darmawan Jantania, Vice Director Chery Business Unit, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menindaklanjuti kasus ini. "Lagi dibantu untuk mengurus ke kepolisian. Karena ini kan tuntutannya ke kasus penipuan. Nanti kita akan rilis official statement-nya," ujar Budi kepada wartawan di Jakarta.

Related Post
Budi juga membagikan tips penting bagi calon konsumen agar terhindar dari jebakan serupa. Untuk pembelian secara offline, ia menyarankan agar konsumen datang langsung ke dealer resmi. "Melakukan transaksi transfer ataupun payment dan nanti akan diberikan kuitansi official," jelas Budi.
Sementara itu, bagi yang memilih transaksi online, verifikasi nomor rekening dealer menjadi kunci utama. "Pastikan nomor rekening dan alamat penerima rekening itu adalah alamat official. Gimana caranya? Bisa crosscheck ke call center kami," imbuh Budi. Ia menambahkan, kasus penipuan dengan modus pemalsuan QRIS ini memang sedang marak terjadi, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.
Fakta bahwa korban melakukan transfer berkali-kali tanpa menyadari kejanggalan menjadi sorotan utama. "Yang kami sayangkan transaksi ini tidak sekali, tetapi berkali-kali," ungkap Budi. Sebagai respons cepat, Chery juga telah mengeluarkan notifikasi peringatan di seluruh dealer, situs web, dan platform resmi Chery untuk meningkatkan kesadaran konsumen.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Konsumen diimbau untuk selalu teliti dan tidak mudah percaya pada tawaran yang terlalu menggiurkan atau prosedur transaksi yang mencurigakan. Verifikasi ulang adalah langkah preventif terbaik untuk melindungi diri dari kerugian finansial akibat ulah penipu.








Tinggalkan komentar