Cerita.co.id Jakarta – Di tengah dominasi raksasa otomotif Jepang dan serbuan merek-merek China, TVS, produsen sepeda motor asal India, berhasil mengukuhkan eksistensinya di pasar roda dua Indonesia selama puluhan tahun. Keberlangsungan mereka di tengah persaingan sengit ini menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya strategi di balik ketahanan TVS?
Menurut Ryan Rahadian, Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, kunci utama adalah sikap proaktif. Pihaknya menolak untuk sekadar menjadi pengamat di pasar yang dinamis ini. "Kami tidak akan menjadi penonton. Ketika merek Jepang dan China berinovasi, kami pun bergerak seiring, bahkan menawarkan produk dengan harga yang sangat kompetitif," ungkap Ryan saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat.
Ryan melanjutkan, komitmen TVS tidak hanya berhenti pada inovasi produk dan harga. "Dari sisi promosi, kami akan terus-menerus dan berkelanjutan, termasuk dalam layanan purna jual," tegasnya. Meskipun secara volume penjualan belum sebesar raksasa seperti Honda atau Yamaha, TVS bangga dengan keunikan produknya. Desain dan pilihan warna yang tidak biasa menjadi faktor pembeda yang kuat di mata konsumen.

Related Post
Faktor fundamental lain yang tak bisa ditawar adalah kualitas. "Kualitas menjadi pegangan utama kami untuk bertahan dan berkompetisi di industri ini," jelas Ryan. TVS menawarkan portofolio produk yang lengkap, mulai dari skuter matik, motor sport, hingga segmen motor bebek yang masih diminati, menunjukkan fleksibilitas mereka dalam memenuhi berbagai kebutuhan pasar.
TVS juga menunjukkan adaptabilitas tinggi dengan terus mengamati pergerakan pasar otomotif nasional. Ketika tren skuter matik mungil sedang naik daun, TVS merespons dengan meluncurkan Callisto 110 generasi terbaru. "Portofolio produk TVS sangat lengkap, dan fokus kami akan merata. Yang terpenting, kami akan selalu mengikuti arah pergerakan industri otomotif di Indonesia," pungkas Ryan, menegaskan komitmen TVS untuk selalu relevan dengan minat konsumen.








Tinggalkan komentar