Cerita.co.id, Jakarta – PT Toyota-Astra Motor (TAM) akhirnya angkat bicara mengenai nasib insentif industri otomotif yang tak kunjung menemui titik terang dari pemerintah Indonesia. Di tengah ketidakpastian ini, TAM menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah akan merumuskan kebijakan terbaik, mengingat peran krusial sektor otomotif terhadap perekonomian nasional.
Marketing Director TAM, Jap Ernando Demily, menyampaikan pandangannya di sela-sela pameran IIMS 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (6/2). "Alhamdulillah, melihat IIMS tahun ini cukup ramai. Respons pasar masih sangat positif. Namun, kami menyadari bahwa industri ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga pemasok," ujar Ernando. Ia menambahkan, "Kami yakin pemerintah pasti mempertimbangkan yang terbaik, baik melalui kebijakan fiskal maupun non-fiskal, demi mendorong pertumbuhan pasar. Jika pasar tumbuh, industri pun akan berkembang, dan efek berganda industri otomotif ini sangat besar."
Ernando juga menyoroti besarnya kontribusi investasi yang telah ditanamkan oleh industri otomotif di Indonesia. "Toyota sendiri telah menginvestasikan lebih dari Rp 100 triliun, mendirikan lima pabrik, dan secara keseluruhan menciptakan 350 ribu lapangan kerja di sektor otomotif. Ini belum termasuk dampak pada sektor pendukung seperti jasa keuangan dan leasing," jelasnya. Ia menegaskan, "Kami memiliki semangat yang sama dengan pemerintah, yaitu mencapai pertumbuhan PDB sebesar 8%. Saya yakin industri otomotif adalah salah satu pilar yang mampu mendukung target tersebut. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dapat mengambil keputusan yang paling bijaksana."

Related Post
Hingga saat ini, belum ada sinyal kuat dari pemerintah terkait perpanjangan atau pengumuman insentif bagi industri otomotif. Bahkan, beredar kabar bahwa fokus insentif tersebut mungkin akan dialihkan untuk mendukung proyek mobil nasional, menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku industri.
Dengan segala potensi dan kontribusi yang telah diberikan, industri otomotif menantikan kebijakan yang jelas dan mendukung dari pemerintah demi keberlanjutan pertumbuhan dan daya saing di kancah global.








Tinggalkan komentar