IHSG Meroket Tajam Menuju Level Baru

IHSG Meroket Tajam Menuju Level Baru

Cerita.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan dengan melesat hampir 1 persen ke level 5.439 pada sesi akhir perdagangan Jumat (23/10/2026). Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para investor setelah dinamika pasar yang cukup fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.

Secara mendetail, IHSG mencatatkan pertumbuhan sebesar 51,36 poin atau setara dengan kenaikan 0,95 persen. Dominasi pembeli terlihat sangat kuat di pasar, di mana sebanyak 506 saham berhasil ditutup di zona hijau. Sebaliknya, hanya terdapat 192 saham yang mengalami pelemahan, sementara 265 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti. Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga tergolong sangat ramai, dengan nilai transaksi mencapai angka fantastis yakni Rp16,1 triliun dari total 43,1 miliar saham yang berpindah tangan.

IHSG Meroket Tajam Menuju Level Baru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Keberhasilan IHSG ini juga diikuti oleh pergerakan positif pada berbagai indeks lainnya. Indeks saham-saham likuid LQ45 tercatat naik 0,46 persen ke level 547. Sementara itu, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) menunjukkan performa paling mencolok dengan lonjakan sebesar 1,29 persen ke level 319. Indeks IDX30 juga ikut menguat 0,37 persen ke posisi 306, dan indeks MNC36 naik tipis 0,54 persen ke angka 240.

COLLABMEDIANET

Jika menilik dari sektor industri, mayoritas sektor saham berada dalam kondisi yang sangat sehat atau berada di zona hijau. Sektor konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, hingga kesehatan menjadi motor penggerak utama. Tak ketinggalan, sektor konsumer siklikal, transportasi, industri, properti, energi, infrastruktur, hingga teknologi juga turut memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan indeks secara keseluruhan.

Dalam daftar saham yang paling banyak mencetak keuntungan atau top gainers, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menjadi primadona dengan lonjakan harga mencapai 33,33 persen ke level Rp36. Menyusul di posisi berikutnya adalah RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor yang meroket 28,87 persen ke harga Rp125. Selain itu, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) juga mencatatkan kenaikan tajam sebesar 25 persen ke posisi Rp380.

Namun, di tengah euforia penguatan ini, tidak semua saham beruntung. Beberapa emiten justru harus menelan kerugian. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) menjadi salah satu yang paling terpukul dengan penurunan sebesar 8,33 persen ke level Rp11. Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF juga melemah 6,98 persen ke harga Rp493, disusul oleh PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) yang terkoreksi 6,94 persen ke posisi Rp1.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasar secara umum sedang bergairah, pemilihan saham yang tepat tetap menjadi kunci bagi para pelaku pasar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar