Cerita.co.id – Sebuah jaringan pemalsuan oli Pertamina berhasil dibongkar aparat kepolisian di Cengkareng, Jakarta Barat, mengungkap praktik curang yang berpotensi merugikan jutaan konsumen dan membahayakan kendaraan mereka. Penggerebekan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan maraknya produk palsu di pasaran yang dijual seolah-olah asli.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menjelaskan modus operandi para pelaku sangat meresahkan. Mereka mengumpulkan oli bekas yang sudah hitam pekat, kemudian mencampurnya dengan bahan kimia seperti DND dan parafin. Proses ini bertujuan untuk menjernihkan kembali oli tersebut, membuatnya tampak seperti baru dan siap dipasarkan.
"Jadi oli yang bekas sudah hitam pekat dicampur dengan DND dan parafin tersebut menjadi jernih, seakan jernih. Tapi kualitasnya adalah masih kualitas bekas," tegas Kombes Nasriadi. Ia menambahkan, meskipun warnanya telah jernih, kualitas oli tersebut tetaplah kualitas bekas yang jauh dari standar pelumas baru.

Related Post
Untuk mengelabui konsumen, para pelaku juga mencetak label dan logo Pertamina secara persis, menempelkannya pada drum dan tutup kemasan, seolah-olah itu adalah produk resmi. Oli palsu ini kemudian dijual kepada konsumen dengan harga yang setara dengan oli Pertamina asli, meraup keuntungan besar dari praktik ilegal tersebut.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti signifikan. Di antaranya adalah 18 drum oli rekondisi siap edar, 10 drum bahan baku oli, serta berbagai peralatan yang digunakan dalam proses pemalsuan. Praktik ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga sangat berbahaya bagi mesin kendaraan, yang bisa mengalami kerusakan serius akibat penggunaan pelumas berkualitas rendah.
Mengingat ancaman oli palsu yang semakin nyata, konsumen diimbau untuk lebih waspada. Cerita.co.id mengutip dari situs resmi Pertamina Lubricants, bahwa sebenarnya ada beberapa cara mudah untuk membedakan produk pelumas asli dari yang palsu, terutama melalui kemasan dan fitur keamanan tertentu. Masyarakat disarankan untuk selalu membeli oli dari distributor resmi atau gerai terpercaya dan memeriksa detail kemasan secara teliti, termasuk segel, hologram, dan kualitas cetakan label.
Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Konsumen diharapkan tidak mudah tergiur dengan harga yang terlalu murah dan selalu memprioritaskan keaslian produk demi menjaga performa dan umur panjang kendaraan mereka.









Tinggalkan komentar