Cerita.co.id – Pemerintah Indonesia secara agresif menggenjot pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui inisiatif ambisius bernama Motor Listrik Nasional (Molinas). Program ini bukan sekadar upaya mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, melainkan juga strategi vital untuk memacu daya saing industri otomotif di kancah domestik dan global. Namun, tidak sembarang motor listrik bisa menyandang predikat "Molinas"; ada serangkaian kriteria ketat yang wajib dipenuhi.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Atong Soekirman, membeberkan empat pilar fundamental yang menjadi tolok ukur. Pertama, motor listrik tersebut harus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 60 persen. Angka ini mencakup komponen krusial seperti powertrain, rangka atau struktur utama, serta panel plastik dan bodi.
Kedua, desain dan rekayasa produk harus murni hasil inovasi dan pengembangan di dalam negeri, menunjukkan kemandirian teknologi bangsa. Ketiga, penggunaan baterai berbasis nikel menjadi keharusan, sejalan dengan agenda hilirisasi nikel nasional yang digalakkan pemerintah. Terakhir, Molinas harus ditawarkan dengan harga yang terjangkau, disesuaikan dengan daya beli dan kebutuhan pasar domestik.

Related Post
Atong Soekirman menegaskan, esensi dari program Molinas adalah membangun kapabilitas menyeluruh di sektor desain, engineering, manufaktur, teknologi, hingga rantai pasok di tingkat nasional. Ini adalah fondasi untuk menciptakan industri kendaraan listrik yang mandiri dan berkelanjutan.
Guna mempercepat adopsi dan mendorong pembelian, pemerintah juga telah mengonfirmasi adanya skema insentif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara eksplisit menyebut dua merek motor listrik yang akan menjadi penerima awal stimulus ini: Gesits dan Alva.
Kehadiran kedua merek tersebut bukanlah kebetulan. Baik Alva maupun Gesits turut dipamerkan saat peresmian program Molinas oleh Presiden Prabowo Subianto, bahkan acara peluncuran tersebut secara simbolis dilangsungkan di fasilitas perakitan motor listrik Alva.
Lebih lanjut, Menteri Keuangan Purbaya merinci bahwa pemerintah telah mengalokasikan insentif sebesar Rp 3 juta untuk setiap unit pembelian motor listrik produksi dalam negeri. Dengan target ambisius mencapai satu juta unit motor listrik, total anggaran yang disiapkan untuk program subsidi ini mencapai angka fantastis Rp 3 triliun. Ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mentransformasi sektor transportasi menuju era elektrifikasi.








Tinggalkan komentar