Cerita.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai performa penjualan mobil di Indonesia. Ia menyoroti fakta bahwa penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air nyaris setara dengan Malaysia, padahal secara demografi, jumlah penduduk Indonesia lima kali lipat lebih banyak dari negara tetangga tersebut.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pasar otomotif domestik belum sepenuhnya pulih. Penjualan secara wholesales tercatat turun 7,2 persen menjadi 803.687 unit. Angka penjualan retail juga mengalami penurunan sebesar 6,3 persen. Proyeksi penjualan untuk tahun 2025 bahkan diperkirakan hanya menyentuh 833.712 unit, turun dari 889.680 unit pada tahun 2024.
Meskipun Indonesia masih memimpin penjualan mobil di kawasan ASEAN, posisi ini tidak aman. Malaysia menunjukkan tren kenaikan penjualan yang signifikan, bahkan diperkirakan mencapai 820.752 unit pada tahun 2025, melampaui target awal 800 ribu unit. Angka ini sangat mendekati capaian Indonesia, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri dan pemerintah.

Related Post
Dalam forum Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), Purbaya Yudhi Sadewa secara langsung menyinggung perbandingan yang mencolok ini. "Tadi Pak Ketua (Gaikindo) bilang, kita sama Malaysia penduduknya lima kali lipat tapi penjualan mobilnya sama sekitar 800 ribu. Kita sempat 1 juta bisa turun ya?" ujarnya, mempertanyakan penurunan yang terjadi dari capaian sebelumnya yang pernah menembus satu juta unit.
Ia menduga, salah satu faktor penyebab kemerosotan ini adalah iklim investasi yang kurang kondusif di Indonesia, serta pertumbuhan ekonomi yang melambat. Purbaya menyebut bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 1915 hingga 2024 berada di bawah 5 persen, sebuah angka yang dinilai lambat dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. "Kalau ekonominya tumbuh cepat, uangnya makin banyak, demand juga makin banyak, orang yang bisa beli mobil makin banyak," tambahnya, menjelaskan korelasi antara pertumbuhan ekonomi dan konsumsi.
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kondisi ini dan menggairahkan kembali konsumsi masyarakat. Dengan ekonomi yang lebih kuat, daya beli meningkat, dan penjualan mobil diharapkan turut terangkat, memberikan dampak positif bagi pabrikan dan seluruh rantai pasok industri otomotif.
Ia juga menekankan pentingnya industri otomotif sebagai representasi masa depan, terutama dalam menciptakan kendaraan yang lebih bersih, cerdas, dan efisien. "Itu yang penting, dibangun di Indonesia. Selama Anda membangun Indonesia, pemerintah akan memberi support yang maksimum," pungkas Purbaya, menggarisbawahi dukungan penuh pemerintah bagi investasi manufaktur otomotif di dalam negeri yang berkontribusi pada ekonomi nasional.








Tinggalkan komentar