Jutaan Mobil China Ditarik

Jutaan Mobil China Ditarik

Cerita.co.id melaporkan sebuah gelombang penarikan kembali kendaraan besar-besaran tengah melanda pasar otomotif China, melibatkan lebih dari empat juta unit mobil dari berbagai merek ternama. Pemicunya? Sebuah detail yang tampak sepele namun krusial: mekanisme pembuka pintu darurat.

Menurut data pengajuan recall di China, total 4.309.921 unit kendaraan terdampak. Inti permasalahannya terletak pada desain atau penempatan mekanisme pembuka pintu mekanis darurat yang kerap menyatu dengan trim interior. Hal ini membuatnya sulit diidentifikasi, apalagi dioperasikan, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan di mana sistem kelistrikan tegangan rendah mobil mengalami kegagalan.

Jutaan Mobil China Ditarik
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kondisi ini menimbulkan risiko serius bagi keselamatan penumpang, yang berpotensi terjebak di dalam kendaraan. Lebih jauh, kesulitan menemukan atau mengoperasikan mekanisme tersebut juga dapat menghambat upaya evakuasi cepat oleh petugas penyelamat, menunda penanganan korban dalam momen-momen krusial.

COLLABMEDIANET

Sembilan produsen otomotif raksasa terlibat dalam gelombang recall ini, termasuk nama-nama besar seperti Tesla, Xiaomi, Leapmotor, XPeng, Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC BluePark, dan FAW Hongqi. Dari daftar tersebut, Tesla mendominasi dengan jumlah kendaraan terdampak paling signifikan.

Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu mengajukan dua kali recall yang mencakup total 3.021.951 unit. Sebanyak 2.975.910 unit adalah Model 3 dan Model X produksi lokal China, sementara 46.041 unit lainnya merupakan Model 3, Model X, dan Model S yang diimpor. Untuk mengatasi masalah ini, Tesla berencana memasang label penunjuk lokasi mekanisme pembuka pintu darurat pada kendaraan produksi China. Selain itu, pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) juga akan diluncurkan, memungkinkan kaca jendela turun otomatis pasca-kecelakaan dalam kondisi tertentu, memberikan akses tambahan bagi penghuni maupun tim penyelamat.

Sementara itu, produsen lain juga bergerak cepat. Xiaomi menarik kembali 390.435 unit SU7 model tahun 2024, diikuti Leapmotor dengan 371.200 unit C01 dan C11. XPeng melakukan recall terhadap 264.842 unit G6, P7+, dan X9, sedangkan Zeekr menarik 92.658 unit 007 dan X. Solusi umum yang diusung oleh produsen-produsen ini adalah dengan memberikan penanda yang lebih jelas pada mekanisme pembuka pintu darurat agar mudah ditemukan dan dioperasikan.

Gelombang recall masif ini bukan tanpa alasan. Otoritas China juga tengah memperketat regulasi terkait desain gagang pintu kendaraan. Gagang pintu elektronik yang tersembunyi atau rata dengan bodi, yang populer karena estetika minimalis dan peningkatan aerodinamika, kini menjadi sorotan tajam.

Kelemahan desain ini terungkap jelas saat kendaraan kehilangan daya listrik, membuat gagang pintu elektronik tidak berfungsi. Sementara itu, mekanisme mekanis darurat yang seharusnya menjadi cadangan justru sulit ditemukan. Sebagai respons, China berencana melarang penggunaan gagang pintu elektronik tersembunyi atau retractable pada kendaraan baru berbobot di bawah 3,5 ton mulai tahun 2027. Kebijakan ini merupakan langkah progresif regulator untuk meningkatkan standar keselamatan kendaraan, terutama dalam skenario darurat yang tidak terduga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar