Cerita.co.id – Dalam dunia otomotif, konsumen biasanya terbagi menjadi dua kubu besar. Ada kelompok yang sangat mementingkan efisiensi bahan bakar agar kantong tetap aman, dan ada kelompok rasional yang mencari nilai fungsionalitas maksimal. Namun, hadirnya Jetour T2 seolah mendobrak pakem tersebut. Mobil ini menawarkan sesuatu yang berbeda, sebuah sensasi berkendara yang membuat penggunanya rela berkompromi dengan satu kekurangan utama: konsumsi bahan bakar yang cukup haus.
SUV asal China ini langsung mencuri perhatian sejak pandangan pertama. Mengusung desain bodi yang boxy dan kokoh, Jetour T2 memberikan aura tangguh yang sangat kental. Jika dilihat sekilas, siluetnya yang kotak dan keberadaan ban serep di pintu belakang memberikan kesan retro yang kuat, mengingatkan banyak orang pada Land Rover Defender yang ikonik. Menariknya, kemewahan visual ala SUV premium ini ditawarkan dengan harga yang cukup kompetitif, yakni Rp 588 juta.
Masuk ke bagian interior, Jetour T2 tidak main-main dalam memberikan kenyamanan. Meski hanya memiliki dua baris kursi untuk lima penumpang, kabinnya terasa sangat luas berkat dimensi mobil yang besar. Pengguna akan dimanjakan dengan fitur modern seperti panoramic sunroof yang luas, head unit layar besar, hingga fitur keselamatan canggih seperti kamera 360 derajat dan sistem ADAS. Meskipun ada sedikit catatan mengenai penempatan pengaturan spion yang harus melalui layar sentuh, secara keseluruhan interiornya terasa sangat mewah dan fungsional.

Related Post
Bicara soal performa, Jetour T2 dibekali mesin 2.0 TGDi yang mampu menyemburkan tenaga hingga 245 PS dan torsi 375 Nm. Saat diajak melaju di jalan tol, tenaga besar ini terasa sangat responsif dan memberikan cadangan akselerasi yang memuaskan. Namun, perlu diingat bahwa mobil ini menggunakan konstruksi monokok, bukan ladder frame. Artinya, meski sanggup melibas jalan rusak dan medan off-road ringan hingga menengah berkat ground clearance 220 mm, mobil ini bukan tipe "monster" yang dirancang untuk medan ekstrem yang sangat berat.
Lalu, bagaimana dengan isu borosnya? Ini adalah poin krusial. Tanpa bantuan teknologi hybrid, Jetour T2 memang tidak bisa bersaing dalam hal efisiensi. Dalam pengujian, konsumsi BBM di rute perkotaan sulit menyentuh angka 9 km/l, sementara di jalan tol bisa mencapai sekitar 11 km/l. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, angka ini menuntut mereka untuk lebih sering mampir ke SPBU.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah borosnya layak dimaafkan? Jawabannya tergantung pada apa yang Anda cari. Jika Anda mencari efisiensi, T2 bukan pilihannya. Namun, jika Anda mendambakan SUV dengan desain mencolok, tenaga besar yang responsif, fitur melimpah, dan kabin yang lega dengan harga yang masuk akal, maka Jetour T2 adalah paket lengkap yang sangat menggoda. Untuk sensasi berkendara yang ditawarkan, borosnya bahan bakar terasa seperti kompromi yang sangat layak untuk diambil.





Tinggalkan komentar