Cerita.co.id, Jakarta – Peluncuran Toyota Hilux generasi kesembilan pada akhir Juni lalu segera memicu pertanyaan krusial di kalangan calon konsumen: mampukah mesin diesel tangguh pikap ini menenggak bahan bakar solar B50 yang akan menjadi standar? PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan lampu hijau, menyatakan keyakinannya terhadap kompatibilitas mesin Hilux terbaru dengan bahan bakar biodiesel tersebut.
Keyakinan TAM bukan tanpa dasar. Hilux terbaru dibekali mesin diesel berkode 1GD dengan kapasitas 2.755 cc, unit yang identik dengan yang digunakan pada Toyota Fortuner generasi terbaru. Direktur Pemasaran PT TAM, Bansar Maduma, menjelaskan bahwa pengujian ekstensif terhadap Fortuner dengan solar B50 telah rampung dilakukan, dan hasilnya positif.
"Sebetulnya begini, kemarin kan kita sudah mengikuti dari yang kita ikutkan, yaitu Fortuner kan. Namun secara teknologi sama. Nah, dengan teknologi dan konstruksi yang sama, pastinya dia compatible," ujar Bansar Maduma di ICE BSD, Tangerang, menegaskan bahwa kesamaan platform mesin menjadi jaminan kompatibilitas.

Related Post
Meskipun demikian, Bansar tetap memberikan imbauan penting. Mengingat pengujian langsung pada Hilux terbaru belum sepenuhnya tuntas, konsumen disarankan untuk tetap merujuk pada buku manual kendaraan terkait jenis bahan bakar yang direkomendasikan. "Tapi tetep, kami selalu men-suggest, merekomen ksutomer menggunakan fuel sesuai manual book," tambahnya.
Program B50 sendiri merupakan langkah strategis pemerintah yang mewajibkan pencampuran 50% biodiesel ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Kebijakan ini dicanangkan untuk menekan ketergantungan impor BBM, mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam nasional, serta memperkuat ketahanan energi dan stabilitas ekonomi negara.
Pelaksanaan program ambisius ini diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Dalam masa transisi, badan usaha penyedia BBM diberikan tenggat waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel B40 sebelum beralih penuh ke B50, dengan target jangka panjang Indonesia tidak lagi mengimpor solar.
Di sisi lain, Toyota Hilux generasi terbaru yang baru saja mengaspal di Indonesia hadir dalam dua pilihan konfigurasi, yakni single cabin dan double cabin, dengan banderol harga mulai dari Rp 400 jutaan, menawarkan opsi menarik bagi segmen kendaraan niaga dan petualangan.









Tinggalkan komentar