Cerita.co.id, Jakarta – Raksasa otomotif Jerman, BMW, siap menggebrak pasar global dengan strategi ambisius yang melampaui peluncuran New iX3. Model produksi massal pertama dari ‘Neue Klasse’ ini hanyalah permulaan, karena BMW telah mengonfirmasi rencana untuk memperkenalkan 40 model lainnya dalam era baru yang revolusioner ini.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’Tania, saat ditemui di Bangkok, Thailand. Menanggapi pertanyaan mengenai absennya sedan listrik di lini awal ‘Neue Klasse’, Jodie dengan tenang menjawab, "Belum, sebentar lagi." Jodie menegaskan bahwa New BMW iX3 memang didapuk sebagai model pembuka untuk ‘Neue Klasse’ di seluruh dunia, termasuk Indonesia, namun visi BMW jauh lebih luas, yakni membawa era baru ini ke setiap segmen dan model.
"Jadi setelah New BMW iX3, BMW akan menghadirkan total 40 model yang mengusung arsitektur ‘Neue Klasse’," ungkap Jodie. Beberapa di antaranya bahkan sudah diluncurkan dalam format LCI (Life Cycle Impulse) di pasar global, seperti BMW i3, BMW New 7 Series, dan The New X5, yang semuanya telah mengadopsi fondasi teknologi baru ini.

Related Post
Tak hanya terbatas pada SUV atau kendaraan listrik, Jodie memastikan bahwa lini ‘Neue Klasse’ akan mencakup beragam jenis kendaraan. "Jadi akan ada yang sedan. Seperti biasa BMW itu kan selalu menghadirkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jadi kita punya sedan, kita punya SUV, kita punya listrik, bensin, semua kita punya," imbuhnya, menjamin pilihan yang komprehensif bagi konsumen.
Jika menilik kecanggihan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh New BMW iX3, tidak sulit untuk memprediksi bahwa era baru BMW ini berpotensi menjadi ancaman serius bagi para produsen mobil premium lainnya di seluruh dunia. Kekuatan utama terletak pada arsitektur elektronik dan perangkat lunak yang sepenuhnya baru. Setiap kendaraan ‘Neue Klasse’ akan dilengkapi dengan komputer berkinerja tinggi atau yang disebut ‘superbrain’, menjadikannya mobil paling cerdas yang pernah diproduksi oleh BMW.
Lebih jauh lagi, setiap mobil BMW dalam era ini dipastikan akan mengadopsi Teknologi Heart of Joy. Teknologi ini bertugas mengelola sistem penggerak dan dinamika berkendara, menghasilkan karakter pengendalian yang sangat presisi dan dinamis. Ditambah lagi, sistem bantuan pengemudi terbaru akan mengoptimalkan interaksi yang semakin harmonis antara pengemudi dan kendaraan, sebuah konsep yang disebut ‘Symbiotic Drive’, menciptakan pengalaman berkendara yang intuitif dan terhubung.
Dengan fondasi teknologi yang revolusioner dan komitmen untuk menghadirkan variasi model yang luas, BMW tidak hanya meluncurkan mobil baru, melainkan sebuah visi masa depan otomotif yang siap mengubah peta persaingan di segmen premium.








Tinggalkan komentar