Rupiah Tertekan di Level 18.156 per Dolar AS

Rupiah Tertekan di Level 18.156 per Dolar AS

Cerita.co.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan di pasar valuta asing. Berdasarkan data perdagangan terbaru, mata uang Garuda ditutup merosot pada akhir perdagangan Selasa (27/10/2026). Rupiah tercatat melemah sebesar 21 poin atau turun sekitar 0,12 persen, sehingga menyentuh level Rp18.156 per dolar AS.

Kondisi ini menambah daftar panjang tekanan terhadap mata uang domestik yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meskipun upaya diplomasi sedang digalakkan oleh berbagai negara, sentimen pasar global tetap cenderung berhati-hati dalam merespons dinamika yang terjadi di wilayah tersebut.

Rupiah Tertekan di Level 18.156 per Dolar AS
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah upaya diplomatik intensif yang melibatkan sejumlah negara besar. Saat ini, fokus perhatian dunia tertuju pada pembicaraan yang melibatkan Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Selain itu, pejabat dari Qatar juga dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan Teheran guna mencegah konflik bersenjata meluas ke wilayah lain.

COLLABMEDIANET

"Para pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran pada hari Senin lalu. Pertemuan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan regional serta membuka jalur komunikasi untuk negosiasi lebih lanjut," tulis Ibrahim dalam laporan riset terbarunya.

Beberapa isu krusial yang menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan diplomatik tersebut meliputi serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, potensi pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dengan Iran, hingga gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selain itu, blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran juga menjadi poin yang sangat sensitif bagi stabilitas ekonomi global.

Meskipun upaya diplomasi ini memberikan sedikit harapan untuk meredakan kekhawatiran eskalasi militer, para investor global tetap bersikap sangat waspada. Pasar masih menunggu kepastian apakah langkah-langkah diplomasi ini akan menghasilkan de-eskalasi atau perdamaian yang bersifat jangka panjang.

Ketegangan ini semakin diperumit dengan sikap politik Amerika Serikat. Presiden Donald Trump dilaporkan tetap membuka kemungkinan untuk mengambil tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran jika situasi tidak kunjung membaik. Di sisi lain, pihak Teheran menegaskan bahwa negosiasi dengan Washington hanya bisa berjalan jika ada konsesi tertentu, termasuk penghentian blokade AS dan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Risiko terhadap rantai pasokan energi global tetap berada pada level yang cukup tinggi. Konflik yang melibatkan Iran telah terbukti mengganggu kelancaran pelayaran komersial di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Kedua jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan energi dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun di wilayah tersebut akan berdampak langsung pada volatilitas pasar keuangan global, termasuk nilai tukar rupiah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar