Cerita.co.id melaporkan, sebuah langkah strategis diambil untuk mengintegrasikan kekuatan industri baja nasional dengan visi pembangunan perdesaan. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kini berkolaborasi erat dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam upaya mengembangkan desa-desa tematik. Inisiatif ini dirancang sebagai fondasi utama untuk mendukung program pemerintah, "Makan Bergizi Gratis" (MBG), memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan komitmen perusahaannya untuk bersinergi dengan rencana Kementerian Desa dalam membentuk ekosistem perdesaan yang kuat di wilayah Serang. Menteri Desa menginstruksikan agar setiap desa dikembangkan dengan fokus komoditas tertentu atau bersifat tematik, misalnya sebagai sentra produksi telur ayam atau pusat pertanian. Tujuannya jelas: menciptakan pasokan pangan yang stabil dan terjamin untuk keberlanjutan program MBG di masa mendatang.

Djohan menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar wacana, melainkan perwujudan nyata dari harmonisasi antara kemajuan industri nasional dan pembangunan perdesaan. "Kami bertekad penuh mendukung inisiatif Bapak Menteri untuk mengubah desa-desa di sekitar area operasional kami menjadi pusat produksi pangan yang mandiri dan berdaya saing," ungkapnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Related Post
Tak hanya berfokus pada ketahanan pangan, kesepakatan antara Krakatau Steel dan Kemendes PDTT juga mencakup percepatan rehabilitasi infrastruktur vital. Jembatan Cigedung-Cikolelet menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Proyek ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Krakatau Steel, bertujuan untuk meningkatkan konektivitas di wilayah penyangga. Perbaikan jembatan ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan geografis, sekaligus mempererat hubungan antara kawasan industri dengan permukiman penduduk.
Revitalisasi jembatan ini sangat krusial untuk menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas sehari-hari, terutama bagi pelajar dan pengguna kendaraan roda dua. Lebih dari sekadar meningkatkan keselamatan di jalur strategis, peningkatan aksesibilitas ini juga diproyeksikan akan memperlancar distribusi produk-produk pertanian dari desa-desa tematik. Dengan demikian, kehadiran industri baja diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar secara berkelanjutan dan merata.









Tinggalkan komentar