Harga BBM Melejit DPR Murka

Harga BBM Melejit DPR Murka

Cerita.co.id, Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis baru-baru ini memicu gelombang kritik tajam, terutama dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kebijakan ini dinilai sangat memberatkan masyarakat dan menciptakan ketidakpastian setelah sebelumnya publik diyakinkan mengenai stabilitas harga.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyatakan kekecewaannya terhadap langkah Pertamina. "Lagi-lagi Pertamina menaikkan harga BBM tanpa ancang-ancang yang jelas, dan kenaikannya pun cukup signifikan. Kebijakan ini pastinya sangat memberatkan rakyat," ujar Mufti pada akhir pekan lalu, seperti dilansir Cerita.co.id. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan kemunduran, terutama setelah pemerintah sebelumnya dipuji karena berhasil menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah gejolak harga minyak global.

Harga BBM Melejit DPR Murka
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Mufti menyoroti kontradiksi antara janji dan realitas yang dialami masyarakat. "Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita," katanya. Namun, situasi berubah drastis secara mendadak. "Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi," imbuhnya, menekankan kurangnya transparansi dan pertimbangan terhadap kondisi ekonomi rakyat.

COLLABMEDIANET

Politisi tersebut juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap kebijakan Pertamina ini sudah lama ada. Ia menduga bahwa pemerintah mungkin tidak menaikkan harga BBM subsidi, namun justru melakukan berbagai langkah substitusi yang pada akhirnya tetap membebani masyarakat melalui kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk lebih peka dan komunikatif dalam setiap pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar