Cerita.co.id melaporkan, PT Freeport Indonesia (PTFI) bersiap untuk kembali mengaktifkan penuh operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang sempat terhenti. Setelah menghadapi insiden longsor beberapa waktu lalu, perusahaan raksasa tambang ini kini fokus pada tahap akhir pemulihan, menandakan kembalinya salah satu sumber produksi tembaga dan emas terbesar di dunia.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengonfirmasi bahwa proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Widya Candra, Jakarta, Sabtu (21/3/2026) malam, Tony mengungkapkan, "Mulai dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan secara bertahap meningkatkan kembali produksi di Grasberg Block Cave." Fokus utama saat ini adalah pada production block 2 dan 3, sementara production block 1 diproyeksikan baru akan beroperasi penuh pada tahun 2027.

PTFI telah menetapkan target produksi yang ambisius untuk tahun ini, menargetkan 1,1 miliar pound tembaga dan 800.000 troy ounces (setara sekitar 24,88 ton) emas. Namun, Tony Wenas tidak menampik adanya rintangan yang harus dihadapi. Ia menjelaskan bahwa penambangan bawah tanah ini membawa serta tantangan teknis yang kompleks dan potensi peningkatan biaya operasional. "Tahun ini tantangannya, tentu ada biaya-biaya yang akan lebih mahal," ujarnya, sembari menegaskan komitmen perusahaan untuk mengatasi hambatan tersebut.

Related Post
Manajemen PTFI kini memusatkan perhatian pada penyelesaian kendala di lapangan, memastikan bahwa setiap hambatan teknis dapat diatasi sebelum peningkatan volume produksi (ramp up) dimulai. Tony Wenas menambahkan, "Ini lebih banyak tantangan teknis. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat, dua hingga tiga minggu ke depan, kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up." Pernyataan ini menunjukkan optimisme perusahaan untuk segera mengembalikan GBC ke kapasitas produksi penuh, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan global.









Tinggalkan komentar