Misteri Tol Gelap Terungkap

Dana Sulistiyo

Misteri Tol Gelap Terungkap

Pernahkah Anda melintas di jalan tol pada malam hari dan menyadari bahwa tidak semua ruasnya terang benderang? Fenomena ini seringkali memicu pertanyaan, mengapa penerangan jalan tol tidak dipasang merata di sepanjang jalur? Cerita.co.id akan mengupas tuntas alasan di balik desain penerangan jalan tol yang unik ini.

Menurut informasi yang dihimpun Cerita.co.id dari berbagai sumber, termasuk penjelasan resmi dari pengelola jalan tol, penempatan lampu penerangan jalan (PJU) di jalan tol memang tidak dirancang untuk sepanjang ruas. Pemasangan PJU hanya difokuskan pada titik-titik krusial yang memerlukan perhatian ekstra, seperti area blackspot (titik rawan kecelakaan), gerbang tol, persimpangan (interchange), serta ruas tol yang melintasi kawasan perkotaan. Kebijakan ini selaras dengan ketentuan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengacu pada standar desain jalan internasional.

Misteri Tol Gelap Terungkap
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Desain jalan tol secara fundamental berbeda dengan jalan perkotaan. Di jalan tol, tidak ada aktivitas pejalan kaki, kendaraan parkir sembarangan, atau keramaian warga lainnya yang memerlukan pencahayaan eksternal secara terus-menerus. Oleh karena itu, pencahayaan utama di jalan tol sangat mengandalkan lampu kendaraan yang melintas. Konsep ini juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang secara tegas mewajibkan setiap pengemudi untuk menyalakan lampu kendaraannya saat berkendara di malam hari.

COLLABMEDIANET

Untuk titik-titik yang memang memerlukan penerangan, standar teknis yang ketat diterapkan. Jarak antar tiang lampu minimal sekitar 30 meter, dengan tinggi tiang mencapai 12-13 meter. Standar ini dipenuhi untuk memastikan kualitas penerangan yang memadai guna kebutuhan navigasi dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, aspek efisiensi energi dan biaya perawatan juga menjadi pertimbangan krusial dalam perancangan sistem penerangan. Pemasangan lampu dilakukan secukupnya, tidak berlebihan, namun tanpa sedikit pun mengorbankan aspek keamanan.

Lalu, bagaimana lampu-lampu penerangan jalan tol ini dioperasikan setiap harinya? Selain dinyalakan secara manual oleh petugas, banyak ruas tol kini telah mengadopsi sistem otomatis menggunakan Timer Switch. Sistem ini memungkinkan lampu menyala dan padam sesuai waktu yang telah ditentukan, biasanya dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, sekaligus menghemat konsumsi energi listrik. Bahkan, beberapa penerangan jalan di jalan tol kini telah memanfaatkan teknologi tenaga surya, menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi utama, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi. Dengan demikian, setiap lampu yang menyala di jalan tol memiliki tujuan dan perhitungan matang, menyeimbangkan antara keselamatan, efisiensi, dan standar desain modern.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar