Cerita.co.id melaporkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara tegas menyoroti pentingnya pencegahan kelelahan pengemudi sebagai pilar utama keselamatan selama periode arus balik Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi potensi risiko, operator transportasi diimbau keras untuk memastikan para pengemudi mendapatkan waktu istirahat yang memadai serta menyediakan pengemudi pengganti, khususnya untuk perjalanan jarak jauh.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam pernyataannya pada Selasa (24/3/2026), menegaskan bahwa faktor kelelahan merupakan salah satu pemicu utama insiden kecelakaan lalu lintas, terutama saat puncak mobilitas arus balik. "Kami meminta seluruh operator memastikan armada dalam kondisi laik operasi, mematuhi standar keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang lintasan," ujar Dudy. Ia menambahkan, pengemudi tidak boleh dipaksakan untuk terus bekerja tanpa jeda yang cukup, demi menjaga konsentrasi dan keselamatan seluruh penumpang.

Lebih lanjut, Kemenhub mengeluarkan instruksi spesifik. Untuk perjalanan yang durasinya melebihi delapan jam, penyediaan pengemudi cadangan menjadi sebuah kewajiban mutlak bagi setiap operator. Selain itu, setiap pengemudi juga diwajibkan untuk beristirahat minimal satu jam sebelum melanjutkan perjalanan. Aturan ini diterapkan guna memastikan kondisi fisik dan mental pengemudi tetap prima, sehingga mampu mengemudi dengan fokus dan kewaspadaan penuh.

Related Post
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif Kemenhub dalam menjamin kelancaran dan keamanan arus balik Lebaran. Dengan penekanan pada kesejahteraan pengemudi dan kepatuhan terhadap regulasi waktu kerja, diharapkan angka kecelakaan dapat diminimalisir secara signifikan. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap perjalanan.









Tinggalkan komentar