Cerita.co.id – Raksasa otomotif Tiongkok, BYD, kembali menjadi sorotan publik setelah SUV premium terbarunya, Fang Cheng Bao (FCB) Ti7, dilaporkan mengalami masalah serius. Sejumlah besar konsumen di China melayangkan keluhan terkait atap kaca panoramik kendaraan mereka yang bocor, bahkan hingga menyebabkan air menggenangi port pengisian daya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kebocoran ini bukan sekadar rembesan kecil. Para pemilik FCB Ti7 mengklaim panel atap kaca di bagian sudut kiri belakang kendaraan mereka terlepas, menciptakan celah yang memungkinkan air masuk dengan mudah. Fenomena ini bahkan dilaporkan terjadi hanya dalam kurun waktu satu minggu setelah unit diterima konsumen. Kondisi atap yang longgar juga disebut-sebut hanya bisa didorong kembali untuk sementara, tanpa solusi permanen.
Skala masalah ini cukup mengkhawatirkan. Platform pengaduan konsumen otomotif China, 12365auto, mencatat lebih dari 300 keluhan terkait FCB Ti7 sejak peluncurannya. Sebagian besar keluhan menyoroti masalah atap bocor ini, khususnya pada model Ti7 EV. Dampak paling serius adalah genangan air yang terbentuk di area port pengisian daya belakang, berpotensi menimbulkan risiko keamanan dan kerusakan komponen elektronik vital. Selain itu, kebocoran juga menyebabkan peningkatan kebisingan angin yang mengganggu kenyamanan berkendara.

Related Post
Spekulasi mengenai akar masalah ini mulai bermunculan. Akun 3YC Ownership Report di platform WeChat, yang dikenal fokus pada perkembangan BYD, menduga kebocoran ini berasal dari komplikasi dalam proses produksi. Dugaan mengarah pada penggunaan perekat yang tidak merata atau ketidakseimbangan gaya saat pemasangan atap kaca panoramik, yang mengakibatkan panel tidak terpasang dengan sempurna.
Menanggapi gelombang keluhan ini, BYD dan dealer FCB dilaporkan telah memberikan respons terhadap 99,2 persen dari total aduan. Namun, respons tersebut tampaknya belum memuaskan para pemilik kendaraan. Salah satu pemilik bahkan mengklaim dihubungi oleh layanan purnajual BYD yang menawarkan perbaikan dengan syarat keluhan yang telah diajukan harus dihapus terlebih dahulu. Setelah penarikan keluhan, tidak ada kompensasi atau perbaikan yang ditawarkan, menyebabkan kekecewaan mendalam. Pihak BYD sendiri menyatakan bahwa masalah ini telah diteruskan ke pihak berwenang dan meminta pemilik untuk menunggu kontak lebih lanjut dari staf mereka, sebuah respons yang dinilai kurang konkret oleh para konsumen.








Tinggalkan komentar