Diggia Pamit VR46 Tangis Pecah

Diggia Pamit VR46 Tangis Pecah

Cerita.co.id – Momen haru menyelimuti perpisahan Fabio Di Giannantonio, atau akrab disapa Diggia, dengan tim balap VR46 Racing Team. Pebalap asal Italia ini tak kuasa menahan air mata saat mengucapkan selamat tinggal kepada tim yang telah menjadi rumahnya selama tiga musim terakhir. Perpisahan emosional ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram resmi VR46 Racing Team, tak lama setelah pengumuman resminya bergabung dengan tim pabrikan KTM untuk MotoGP musim 2027.

Video perpisahan yang mengharu biru itu, ternyata direkam jauh sebelumnya pada 9 Mei 2026. Dalam rekaman tersebut, Diggia menyampaikan ucapan terima kasih dan perpisahan kepada seluruh kru tim yang telah menemaninya. Bagi Diggia, VR46 bukan sekadar tim, melainkan penyelamat kariernya. Setelah terdepak dari Gresini akibat kedatangan Marc Marquez pada tahun 2024, masa depan Diggia di ajang MotoGP sempat berada di ujung tanduk. Namun, serangkaian penampilan impresif di akhir musim, termasuk kemenangan grand prix perdananya di Qatar, membuka jalan baginya untuk bergabung dengan VR46 Racing Team. Ia bahkan menjadi pebalap non-akademi pertama yang dipercaya memperkuat tim milik legenda balap Valentino Rossi tersebut.

Diggia Pamit VR46 Tangis Pecah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sejak bergabung, performa Diggia terus menanjak tajam. Ia kini menduduki posisi ketiga klasemen sementara, menjadikannya pebalap Ducati dengan peringkat terbaik di kejuaraan dunia. Puncaknya, Diggia sukses mengakhiri puasa kemenangan VR46 dengan menjuarai MotoGP Catalunya, meskipun saat itu ia sedang dibekap cedera tangan. Valentino Rossi sendiri, dengan senyum khasnya, sempat melontarkan candaan, "Apakah kamu yakin ingin pergi?" saat memberi selamat atas kemenangan tersebut.

COLLABMEDIANET

Dalam video perpisahannya, Diggia mengaku tidak menyangka momen tersebut akan terasa begitu berat. "Saya benar-benar mengira ini akan lebih mudah," ujarnya sambil terisak setelah memeluk Direktur Tim VR46, Alessio Salucci. Dengan suara bergetar, ia melanjutkan, "Kalian semua adalah tim yang luar biasa. Kalian adalah tim yang gila. Saya belum pernah merasa sebaik ini dalam sebuah tim. Kalian telah memberikan segalanya padaku. Semua yang aku miliki sekarang, semua hal indah yang terjadi padaku adalah berkat kalian. Saya bukanlah orang seperti ini, saya bukanlah pria seperti ini, saya bukanlah pebalap seperti ini, dan semua ini berkat kalian semua."

Suasana semakin mengharukan ketika seluruh anggota tim memberikan tepuk tangan meriah. "Tiga tahun terakhir ini sungguh gila. Aku akan selalu menyimpanmu di hatiku. Karena jika aku bisa melangkah maju, itu semua berkat diri kalian," pungkas Diggia, mengakhiri pidato perpisahannya. Mulai musim depan, tantangan baru menanti Diggia bersama tim pabrikan KTM, di mana ia akan berduet dengan Alex Marquez dalam proyek menghadapi era baru MotoGP 850 cc dengan ban Pirelli.

Kepergian Di Giannantonio diprediksi akan membawa perubahan besar pada susunan pebalap VR46 untuk MotoGP 2027. Tim tersebut disebut-sebut akan diperkuat oleh Fermin Aldeguer dan pemimpin klasemen WorldSBK, Nicolo Bulega. Sementara itu, nasib rekan setim Diggia saat ini, Franco Morbidelli, masih menjadi tanda tanya di tengah persaingan ketat dan derasnya arus pebalap rookie yang siap meramaikan lintasan MotoGP musim depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar