Cerita.co.id melaporkan, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur di Bali kini menjadi sorotan utama sebagai langkah strategis pemerintah untuk membendung arus devisa yang selama ini mengalir keluar akibat tingginya minat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menekan "kebocoran" dana, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi nasional melalui sektor layanan kesehatan yang terintegrasi.
KEK Kesehatan Sanur dirancang sebagai ekosistem komprehensif yang memadukan layanan medis kelas dunia, fasilitas wellness, dan daya tarik pariwisata. Tujuannya jelas: mendorong pertumbuhan medical tourism di Indonesia dan meningkatkan daya saing negara di kancah regional Asia. Dengan fasilitas modern dan pelayanan prima, KEK ini diharapkan mampu menarik pasien domestik maupun internasional.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keterangannya pada Kamis (21/5/2026), menegaskan bahwa KEK Kesehatan Sanur merupakan bagian integral dari strategi besar untuk memperkuat ekonomi nasional, khususnya melalui sektor pariwisata berbasis kesehatan. "KEK Kesehatan Sanur diarahkan untuk memperkuat daya saing Indonesia di sektor health tourism, sekaligus menahan devisa yang selama ini keluar karena masyarakat memilih berobat ke luar negeri," ujar Maya.

Related Post
Lebih lanjut, Maya menambahkan bahwa selain berfungsi sebagai penahan arus devisa keluar, KEK ini juga diproyeksikan menjadi sumber devisa masuk baru. Hal ini akan dicapai melalui peningkatan kunjungan pasien mancanegara yang mencari layanan kesehatan berkualitas tinggi di Indonesia. Dengan demikian, KEK Sanur diharapkan tidak hanya menghemat pengeluaran negara, tetapi juga menciptakan pemasukan signifikan, menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama untuk pariwisata kesehatan.










Tinggalkan komentar