BBM Naik Jangan Turun Kasta

BBM Naik Jangan Turun Kasta

Cerita.co.id melaporkan, kenaikan harga Pertamax yang baru-baru ini berlaku telah memicu kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan, terutama mereka yang mengandalkan bahan bakar dengan oktan tinggi. Meskipun godaan untuk beralih ke bahan bakar dengan oktan lebih rendah demi penghematan sangat besar, para ahli dan regulasi pemerintah memperingatkan agar tidak "turun kasta" demi menjaga performa dan umur mesin kendaraan Anda.

Terhitung sejak 10 Juni, harga Pertamax melonjak signifikan, menambah beban pengeluaran bagi pengendara. Kenaikan sebesar Rp 3.950 per liter menjadikan harga jual Pertamax kini mencapai Rp 16.950 per liter. Angka ini tentu membuat banyak pemilik mobil berpikir ulang tentang pilihan bahan bakar mereka, apalagi jika dibandingkan dengan harga Pertalite yang masih stabil di Rp 10.000 per liter. Selisih Rp 6.250 per liter ini menjadi daya tarik kuat bagi sebagian pengemudi untuk mempertimbangkan penggunaan Pertalite, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

BBM Naik Jangan Turun Kasta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, bagi pemilik kendaraan tertentu, khususnya segmen Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio Satya, anjuran penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nilai oktan minimal RON 92 adalah krusial. Rekomendasi ini bukan tanpa dasar, melainkan demi menjaga kinerja optimal mesin yang telah dirancang sesuai spesifikasi.

COLLABMEDIANET

Anjuran ini bahkan diperkuat oleh regulasi pemerintah. Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi nomor 29/IUBIT/PER/9/2014, khususnya dalam BAB III A Perihal Penandaan butir 4, secara jelas menyebutkan penggunaan bahan bakar minimal Octane Number 92 untuk kendaraan bermotor dengan motor bakar cetus api. Hal serupa juga tercantum dalam Permenperin nomor 36 tahun 2021, yang mewajibkan penandaan informasi penggunaan bahan bakar RON 92 pada penutup tangki dan pojok bawah kaca belakang mobil LCGC. Penting dicatat, regulasi ini bersifat imbauan, bukan kewajiban mutlak.

Meskipun demikian, mengabaikan anjuran ini dapat berakibat fatal bagi mesin kendaraan. Penggunaan bahan bakar dengan oktan di bawah rekomendasi pabrikan berpotensi menurunkan performa, menyebabkan knocking atau ngelitik, hingga kerusakan jangka panjang pada komponen mesin. Buku panduan manual Toyota Agya, misalnya, secara tegas memperingatkan, "Jangan menggunakan bahan bakar yang tidak tepat. Jika bahan bakar yang digunakan tidak tepat mesin akan rusak." Ini menunjukkan bahwa penghematan sesaat bisa berujung pada biaya perbaikan yang jauh lebih besar dan tidak terduga di kemudian hari.

Oleh karena itu, meskipun harga Pertamax melambung, pemilik LCGC dan mobil lain yang direkomendasikan RON 92 sangat disarankan untuk tetap menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi. Investasi pada bahan bakar yang tepat adalah investasi untuk kesehatan dan keawetan mesin kendaraan Anda di masa depan, menghindarkan Anda dari kerugian yang lebih besar.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar