Misteri Kebakaran Mobil Listrik di Indonesia

Misteri Kebakaran Mobil Listrik di Indonesia

Cerita.co.id – Fenomena kendaraan listrik yang kian menjamur di jalanan Indonesia ternyata menyisakan sebuah kekhawatiran besar di benak masyarakat. Belakangan ini, rentetan insiden kebakaran yang menimpa sejumlah mobil listrik di tanah air menjadi sorotan tajam. Kejadian-kejadian ini memicu pertanyaan besar: apa sebenarnya yang menyebabkan kendaraan masa depan ini bisa terbakar hebat?

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, publik dikejutkan oleh dua insiden besar yang melibatkan merek-merek ternama. Pada Juli 2024, sebuah unit BYD Seal dilaporkan terbakar hebat di kawasan gerbang tol Cikampek. Kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat pengguna jalan waswas, dan hingga saat ini pihak produsen masih melakukan investigasi mendalam untuk menemukan akar permasalahannya.

Misteri Kebakaran Mobil Listrik di Indonesia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak berselang lama, pada pertengahan September, insiden serupa kembali terjadi di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Kali ini, sebuah Hyundai Ioniq 6 mengalami kebakaran setelah pengemudinya kehilangan kendali di Jalan Letjen S Parman. Mobil tersebut menghantam separator busway dengan keras, yang diduga kuat memicu terjadinya korsleting listrik hingga api melalap kendaraan tersebut.

COLLABMEDIANET

Menanggapi rentetan peristiwa ini, Wakil Ketua Riset dan Pengembangan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Prabowo Kartoleksono, memberikan penjelasan teknis yang penting untuk dipahami pemilik kendaraan. Menurutnya, salah satu pemicu utama kebakaran bukan berasal dari sistem baterai utama, melainkan akibat modifikasi yang tidak semestinya.

Prabowo mengungkapkan bahwa banyak kasus kebakaran dipicu oleh masalah tegangan rendah atau low voltage short. Hal ini biasanya terjadi ketika pemilik kendaraan melakukan penambahan aksesori tambahan atau melakukan modifikasi pada sistem kelistrikan 12 volt di dalam mobil. Perubahan pada sistem kelistrikan yang tidak sesuai standar pabrikan dapat menciptakan hubungan arus pendek yang berujung pada api.

Selain masalah modifikasi, ada istilah teknis yang cukup mengerikan dalam dunia baterai kendaraan listrik, yaitu thermal runaway. Kondisi ini merupakan skenario terburuk di mana satu sel baterai mengalami kegagalan dan terbakar, kemudian panasnya merambat secara berantai ke sel-sel baterai lainnya. Jika thermal runaway terjadi, api akan sangat sulit dipadamkan karena reaksi kimia di dalam baterai terus menghasilkan panas secara mandiri.

Namun, kabar baiknya, Prabowo menegaskan bahwa sejauh ini belum ada kasus kebakaran mobil listrik di Indonesia yang disebabkan oleh thermal runaway. Sebagian besar insiden yang terjadi, seperti pada kasus merek Wuling sebelumnya, justru disebabkan oleh kerusakan pada perangkat pengisi daya (charger), bukan pada unit mobilnya sendiri.

Pelajaran penting bagi para pengguna kendaraan listrik adalah untuk selalu menjaga keaslian sistem kelistrikan kendaraan dan menghindari modifikasi sembarangan. Dengan memahami risiko ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam merawat dan menggunakan teknologi ramah lingkungan ini dengan aman.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar