Fatal! Rem MPV Mewah Huawei Patah Saat Tes

Cerita.co.id – Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif global, khususnya terkait lini kendaraan listrik mewah hasil kolaborasi raksasa teknologi Huawei dan produsen otomotif JAC. Maextro V800, sebuah MPV mewah yang digadang-gadang sebagai simbol kemewahan masa depan, kini tengah menjadi pusat perhatian publik akibat masalah keselamatan yang sangat serius. Sebuah laporan uji coba menunjukkan bahwa sistem pengereman pada mobil ini mengalami kegagalan fatal yang membahayakan nyawa.

Berdasarkan laporan video yang dirilis oleh media otomotif ternama asal China, Dongchedi, insiden ini terjadi saat tiga unit Maextro V800 menjalani uji pengereman darurat di lintasan tertutup. Pengujian tersebut bertujuan untuk melihat performa mobil saat melakukan pengereman ekstrem dari kecepatan 100 km/jam hingga berhenti total. Namun, alih-alih menunjukkan performa yang stabil, ketiga kendaraan tersebut justru mengalami kegagalan yang sama: braket pedal rem patah total.

Fatal! Rem MPV Mewah Huawei Patah Saat Tes
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kegagalan ini terjadi secara berulang dan konsisten pada setiap unit yang diuji. Kendaraan pertama mengalami kerusakan pada percobaan ketiga, unit kedua gagal pada percobaan keempat, sementara unit ketiga mengalami patah komponen pada percobaan kedua saat pengemudi melakukan pengereman dengan kekuatan penuh.

COLLABMEDIANET

Data teknis dari sensor gaya pedal memberikan gambaran yang mengerikan. Pada kendaraan ketiga, komponen rem patah saat beban mencapai 1.612 N. Angka ini sangat mengkhawatirkan karena sudah sangat mendekati batas standar nasional yang mensyaratkan pedal rem harus mampu menahan beban minimal 2.000 N selama 5 detik tanpa mengalami kerusakan.

Analisis mendalam terhadap struktur komponen menunjukkan adanya kelemahan desain yang fatal. Para ahli menemukan bahwa titik tengah pedal rem memiliki jarak sekitar 130 mm dari poros engsel, sebuah jarak yang dianggap terlalu jauh jika dibandingkan dengan model kompetitor lainnya. Selain itu, area poros engsel hanya memiliki satu lapisan penyangga vertikal, padahal standar industri untuk pemasok serupa biasanya menggunakan dua hingga tiga lapisan penguat agar lebih kokoh.

Lebih lanjut, pemeriksaan pada bagian yang patah mengungkap adanya bekas pengelasan pada area yang menerima beban tinggi. Ketebalan material yang terlalu tipis serta absennya rusuk penguat (reinforcement ribs) diduga kuat menjadi penyebab utama mengapa struktur pedal tersebut tidak mampu menahan tekanan saat pengereman darurat.

Dampak dari patahnya braket ini sangat fatal, yakni hilangnya fungsi rem kaki secara total. Dalam situasi darurat tersebut, pengemudi terpaksa mengandalkan transmisi pada posisi ‘P’ (Park) untuk memperlambat laju kendaraan. Akibatnya, jarak pengereman yang seharusnya hanya berkisar 38 meter membengkak drastis menjadi sekitar 140 meter.

Padahal, dalam buku panduan pengguna Maextro V800, telah diperingatkan bahwa penggunaan gigi ‘P’ sebagai rem darurat hanya berfungsi untuk memperlambat laju, bukan untuk menghentikan mobil sepenuhnya, dan memiliki risiko tinggi kehilangan kendali. Hingga berita ini diturunkan, pihak Maextro maupun JAC Motors belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan kegagalan struktural yang mengancam keselamatan pengguna ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar