Cerita.co.id – Lanskap industri otomotif di Indonesia tengah mengalami transformasi fundamental. Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) atau konvensional yang sempat merajai pasar dengan angka fantastis hingga satu juta unit per tahun, kini harus menghadapi kenyataan pahit dengan penurunan signifikan. Fenomena ini tak lepas dari gelombang popularitas mobil listrik yang kian tak terbendung.
Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren penurunan penjualan mobil konvensional terlihat jelas dalam lima tahun terakhir. Jika pada masa jayanya angka penjualan bisa menyentuh satu juta unit per tahun, proyeksi tahun 2025 menunjukkan angka yang jauh berbeda, yakni hanya sekitar 628.543 unit. Sebuah indikasi kuat bahwa dominasi mesin bensin mulai tergerus oleh era elektrifikasi.

Kontras dengan nasib mobil konvensional, pasar mobil listrik justru menunjukkan grafik pertumbuhan yang eksponensial. Dari hanya 687 unit yang terjual sepanjang tahun 2021, angka ini melonjak drastis menjadi 10.327 unit pada tahun 2022, sekaligus mengukir pangsa pasar 1%. Pada periode awal ini, mobil elektrifikasi jenis hybrid sempat lebih unggul, bahkan pada tahun 2022 keduanya sama-sama menyumbang 1% pangsa pasar dari total penjualan.

Related Post
Perjalanan mobil listrik terus menanjak. Tahun 2023, penjualan mobil listrik merangkak naik ke angka 17.051 unit, menguasai sekitar 1,7% pangsa pasar. Namun, hybrid masih memimpin dengan 54.179 unit. Pergeseran signifikan mulai terlihat pada tahun 2024, di mana mobil listrik menembus 43.188 unit (5% pangsa pasar), mulai mengejar hybrid yang mencatat 59.903 unit (6,9% pangsa pasar).
Puncaknya terjadi pada tahun 2025, di mana mobil listrik akhirnya berhasil menyalip dominasi hybrid dengan penjualan mencapai 103.931 unit, jauh melampaui hybrid yang hanya 65.943 unit. Lonjakan ini didorong oleh semakin beragamnya model yang tersedia dan harga yang kian kompetitif, menjadikan mobil listrik pilihan yang lebih menarik bagi konsumen Indonesia.
Data ini secara gamblang menunjukkan bahwa preferensi konsumen di Indonesia sedang bergeser. Era di mana mobil bertenaga listrik bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama, telah tiba. Industri otomotif nasional kini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang besar untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tren global yang tak terhindarkan ini.






Tinggalkan komentar