Cerita.co.id melaporkan, aktivitas pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan perlambatan signifikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa ketidakpastian kondisi global menjadi faktor utama di balik lesunya minat perusahaan untuk melantai di bursa, sebuah fenomena yang patut dicermati oleh para pelaku pasar.
Berbicara dalam konferensi pers di Gedung BEI pada Senin (27/4/2026), Airlangga menekankan pentingnya pasar modal sebagai alternatif pendanaan bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi. "Kami berharap pasar modal bisa menjadi alternatif pencarian dana dalam bentuk IPO. Saat ini, dengan ketidakpastian global, aktivitas IPO juga cukup tertekan," ujarnya. Ia menambahkan, ekspansi usaha yang didukung pendanaan pasar modal diharapkan dapat berujung pada penyerapan tenaga kerja yang lebih luas, memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Di tengah gejolak ekonomi global yang tak menentu, Airlangga menyoroti peran krusial pasar domestik sebagai penopang perekonomian nasional. Ia berharap investor dalam negeri dapat berfungsi sebagai "shock absorber" yang mampu menahan guncangan indeks saat dana asing keluar dari pasar. "Tentu kemampuan domestic market ini menjadi shock absorber yang baik. Kami berharap dengan reformasi pasar modal, integritas meningkat, dan pasar modal benar-benar menjadi mesin investasi berskala besar," tambahnya, menunjukkan optimisme terhadap potensi pasar lokal.

Related Post
Data menunjukkan gambaran yang kontras dan mengkhawatirkan. Pada kuartal I 2026, tidak ada satu pun perusahaan yang berhasil melakukan IPO. Kondisi ini sangat berbeda dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, kuartal I 2025, di mana delapan perusahaan sukses melantai di BEI. Beberapa di antaranya adalah YOII yang IPO pada 8 Januari 2025, diikuti oleh KSIX, HGII, dan BRRC pada 9 Januari. Selanjutnya, OBAT, CBDK, dan DGWG resmi tercatat pada 13 Januari, serta KAQI, MINE, dan YUPI pada Maret 2025, menandakan periode yang jauh lebih aktif dibandingkan saat ini.





Tinggalkan komentar