Cerita.co.id, Jakarta – Harga emas logam mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan akan menunjukkan pergerakan yang dinamis dalam pekan mendatang. Analis pasar uang dan komoditas terkemuka, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan logam mulia ini berpotensi mencapai level fantastis Rp2.810.000 per gram. Prediksi ini muncul di tengah volatilitas pasar yang terus berlanjut dan menjadi sorotan para investor.
Menurut Ibrahim, fluktuasi harga emas Antam diperkirakan akan berada dalam rentang yang cukup lebar, yakni antara Rp2.688.000 hingga Rp2.810.000 per gram. Meskipun ada potensi penguatan signifikan, risiko koreksi tetap membayangi pergerakan harga. "Kita melihat bahwa besok kemungkinan Rupiah melemah dan koreksi ini (emas Antam) kemungkinan terbatas," ujar Ibrahim, seperti dikutip Cerita.co.id pada Minggu (30/8/2026).
Ibrahim menjelaskan lebih lanjut bahwa level support pertama untuk emas Antam berada di Rp2.688.000 per gram. Jika tekanan jual berlanjut, harga bisa terkoreksi lebih dalam menuju support kedua di posisi Rp2.600.000 per gram. Namun, kabar baiknya, peluang pembalikan arah atau rebound diperkirakan akan muncul mulai dari kisaran harga Rp2.700.000 per gram, menandakan adanya potensi penguatan kembali setelah koreksi.

Related Post
Potensi penguatan ini didukung oleh level resistance yang perlu diperhatikan dengan seksama. "Resistance pertama untuk logam mulia (emas Antam) kalau seandainya naik di Rp2.731.000 per gram. Kemudian kalau seandainya menguat lagi bisa mencapai Rp2.810.000 per gram," jelas Ibrahim. Angka Rp2.810.000 per gram menjadi target tertinggi yang diantisipasi jika sentimen pasar mendukung dan mampu mendorong harga melampaui batas-batas sebelumnya.
Sebagai konteks, harga emas Antam telah mengalami penurunan tajam sebesar Rp70.000 sepanjang periode 24-29 Agustus 2026, menempatkan harganya di level Rp2.670.000 per gram pada akhir pekan lalu. Penurunan ini menjadi dasar pertimbangan bagi para investor untuk memantau pergerakan harga di pekan depan dengan cermat, menimbang antara risiko koreksi dan potensi rebound yang signifikan.









Tinggalkan komentar