Bus Terancam Mogok Total

Bus Terancam Mogok Total

Cerita.co.id, Jakarta – Sektor transportasi darat, khususnya operator bus umum, kembali dihadapkan pada tantangan serius. Bukan karena bencana alam, melainkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kini menghantui operasional mereka di berbagai wilayah. Situasi ini memicu keresahan mendalam di kalangan pengusaha otobus.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, mengungkapkan keresahan ini. "Sejauh ini jadwal kami belum terganggu oleh erupsi Anak Krakatau, (malah) yang mengganggu karena masih sulitnya BBM jenis solar di seantero Indonesia," ujar Sani, sapaan akrabnya, dalam pesan singkat kepada Cerita.co.id.

Bus Terancam Mogok Total
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kondisi ini, menurut Sani, bukan hanya monopoli daerah terpencil. Bahkan, Pulau Jawa yang notabene menjadi pusat denyut ekonomi nasional, kini turut merasakan dampak serupa. "Saat ini, kesulitan BBM solar didapati di SPBU daerah-daerah, bahkan di Pulau Jawa pun mulai sulit setelah beberapa saat yang lalu ‘agak’ kondusif," tambahnya, menyoroti meluasnya krisis.

COLLABMEDIANET

Fenomena kelangkaan solar subsidi bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya, antrean panjang di SPBU kerap menjadi pemandangan umum, bahkan berpotensi memicu insiden tak terduga. Sani mengingatkan, situasi ini berisiko tinggi menyebabkan kelelahan pada pengemudi dan awak kendaraan yang harus mengantre berjam-jam, bahkan semalaman, demi mendapatkan pasokan BBM.

"Ini juga yang bisa dijadikan alasan oknum pada saat kecelakaan, kelelahan karena antre BBM berjam-jam bahkan semalaman menyebabkan kurang istirahat," jelas Sani, menekankan ancaman terhadap keselamatan moda transportasi darat.

Dampak domino kelangkaan solar tak berhenti di situ. Antrean panjang di SPBU turut mengganggu jadwal perawatan rutin kendaraan. Bus-bus seringkali tidak memiliki cukup waktu untuk menjalani servis karena harus segera kembali melayani pelanggan, setelah berjuang mendapatkan solar.

Akibatnya, jadwal keberangkatan dan kedatangan bus pun ikut terganggu. Sani menyebutkan, media sosial kini dipenuhi keluhan penumpang yang merasa dirugikan oleh keterlambatan jadwal, semua bermuara pada ketidakpastian waktu pengisian BBM. Situasi ini menempatkan operator bus dalam posisi sulit, di mana mereka harus menyeimbangkan tuntutan operasional dengan ketersediaan sumber daya vital. Ketersediaan solar yang stabil dan merata menjadi kunci agar roda transportasi darat dapat terus berputar tanpa hambatan, demi kenyamanan dan keselamatan jutaan penumpang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar