Cerita.co.id, Jakarta – Dunia MotoGP baru-baru ini dihebohkan dengan kabar penandatanganan kontrak baru Marc Marquez bersama Ducati, yang mengikatnya selama dua tahun ke depan. Kesepakatan ini sontak membuka spekulasi luas mengenai peluang The Baby Alien untuk memecahkan rekor-rekor legendaris milik Giacomo Agostini dan Valentino Rossi. Namun, di balik potensi pencapaian historis tersebut, Marquez justru mengungkapkan ambisi yang jauh lebih personal dan mendalam, bukan sekadar angka-angka di buku sejarah.
Secara matematis, peluang Marquez untuk mengukir namanya lebih dalam di buku rekor sangat terbuka lebar. Ia hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi untuk menyamai koleksi delapan titel kelas utama milik legenda Giacomo Agostini. Tak hanya itu, 14 kemenangan lagi akan membawanya sejajar dengan rekor 89 kemenangan MotoGP yang kini masih kokoh dipegang oleh ikon balap, Valentino Rossi.
Kendati demikian, Marquez dengan tegas menyatakan bahwa mengejar rekor bukanlah prioritas utamanya di fase akhir kariernya. Pebalap berusia 33 tahun itu justru berambisi untuk menemukan kembali esensi kegembiraan dalam balapan. "Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah saya di tahun-tahun terakhir karier saya," ungkap Marquez, seperti yang dikutip dari laporan Crash.

Related Post
Marquez menjelaskan, banyak atlet profesional yang kerap mengakhiri perjalanan kariernya dengan perasaan pahit, dihantui oleh cedera, tekanan performa, atau hasil yang tak sesuai ekspektasi. "Terkadang atlet mengakhiri karier mereka dengan membenci olahraga atau gairah mereka. Karena biasanya, di tahun-tahun terakhir, Anda bisa menderita cedera, tekanan, dan hasil yang buruk," jelas peraih delapan gelar juara dunia itu. "Yang ingin saya lakukan hanyalah mencoba menikmati tahun-tahun terakhir karier saya, dan ini akan menjadi target utama," imbuhnya, menegaskan prioritasnya.
Meskipun telah mengamankan kontrak dua tahun bersama Ducati, Marquez mengakui belum bisa memastikan apakah ini akan menjadi kontrak terakhirnya di ajang balap motor paling bergengsi itu. "Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhir saya atau tidak, tetapi saya ingin mengingat tahun-tahun terakhir karier saya dengan cara yang baik," tuturnya. Ia menambahkan, "Tapi jelas, saya selalu suka bersaing dan berusaha hingga 100 persen. Kita akan punya waktu buat memikirkan target (kinerja) pada musim dingin mendatang."
Fokus pada kegembiraan tidak berarti Marquez mengabaikan performa. Secara matematis, menyamai rekor kemenangan Rossi musim ini memang mustahil, namun kesempatan untuk menyandingkan namanya dengan delapan gelar Agostini masih terbuka lebar. Setelah awal musim yang penuh tantangan, termasuk operasi bahu lanjutan pasca-MotoGP Prancis di Le Mans, Marquez kini telah kembali ke performa terbaiknya dan meramaikan persaingan di papan atas klasemen. Menjelang MotoGP Jerman akhir pekan depan, ia hanya terpaut 42 poin dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin. Dengan banyak seri tersisa, peluang ‘The Baby Alien’ untuk kembali merebut mahkota juara dunia tetap menjadi skenario yang sangat mungkin.








Tinggalkan komentar