Cerita.co.id – Pebalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas mengakhiri sesi kualifikasi Moto3 Inggris 2026 di posisi ke-16. Bertarung sengit di Sirkuit Silverstone pada Sabtu (8/8/2026), Veda sempat menunjukkan potensi besar sebelum akhirnya tergeser dalam persaingan ketat khas Moto3 yang penuh kejutan. Hasil ini menempatkannya di barisan tengah untuk balapan utama, menuntut strategi jitu untuk merangsek ke depan.
Sejak awal sesi Q2, Veda Ega yang membela Honda Team Asia langsung tancap gas. Pada putaran pertamanya, ia mencatatkan waktu impresif 2 menit 11,233 detik. Torehan ini hanya terpaut tipis 0,016 detik dari Hakim Danish yang kala itu memimpin dengan 2:11.217, menandakan Veda memiliki kecepatan yang menjanjikan. Ryusei Yamanaka melengkapi tiga besar awal, menunjukkan persaingan sudah memanas sejak menit pertama.
Namun, dinamika kualifikasi Moto3 memang tak terduga dan penuh gejolak. Memasuki pertengahan sesi, David Almansa tampil menggila dengan menorehkan waktu 2:09.461, merebut posisi teratas. Veda Ega sempat memperbaiki catatan waktunya dan merangkak naik ke posisi kelima saat waktu menyisakan sekitar 6 menit 50 detik, memberikan harapan akan posisi start yang lebih baik. Sayangnya, gelombang perbaikan waktu dari pebalap lain tak terhindarkan. Veda perlahan terdorong hingga posisi kedelapan sebelum masuk pit untuk persiapan upaya terakhir.

Related Post
Situasi semakin memanas menjelang menit-menit akhir Q2. Pemuncak klasemen sementara Moto3, Maximo Quiles, mengalami kecelakaan di Tikungan 18 saat sedang berusaha memperbaiki catatan waktunya dari posisi ketiga. Insiden ini praktis menutup peluang Quiles untuk meraih posisi start yang ideal. Tak lama setelah itu, Veda kembali ke lintasan untuk upaya terakhir, berpacu dengan waktu dan para rival yang juga sedang mencari lap terbaik.
Namun, "tsunami" perbaikan waktu dari para rival tak dapat dibendung. Joel Kelso, Adrian Fernandez, Scott Ogden, hingga Brian Uriarte secara beruntun melesat dengan catatan waktu yang lebih cepat. Drama puncak terjadi di lap terakhir, di mana posisi terdepan berubah sangat cepat. Hakim Danish sempat naik ke posisi kedua, namun akhirnya Scott Ogden-lah yang berhasil mencetak waktu tercepat 2:09.126, merebut pole position. Adrian Cruces dan Valentin Perrone melengkapi barisan depan, memastikan grid start yang sangat kompetitif.
Veda Ega Pratama akhirnya harus puas di posisi ke-16, terpaut 1,784 detik dari Scott Ogden. Meskipun bukan posisi ideal untuk memulai balapan, karakter balapan Moto3 yang seringkali menyajikan pertarungan ketat, saling salip, dan grup pebalap yang rapat memberikan Veda peluang besar untuk memperbaiki posisinya. Dengan strategi yang tepat, konsistensi, dan mental baja, Veda Ega masih bisa memberikan kejutan dan meraih poin penting di balapan utama Moto3 Inggris 2026.









Tinggalkan komentar