Cerita.co.id, Amerika Serikat – Tesla baru saja meluncurkan varian "terjangkau" dari Model Y SUV dan Model 3 sedan, namun langkah ini justru memicu kekecewaan di pasar. Harga yang ditawarkan dinilai masih terlalu mahal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, membuat saham Tesla (TSLA) anjlok 4,5%.
Tesla membanderol Model Y Standar mulai dari USD39.990 (sekitar Rp640 juta) dan Model 3 Standar di USD36.990 (sekitar Rp592 juta). Angka ini dianggap kurang menggigit oleh para analis dan investor, yang berharap Tesla bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Langkah Tesla ini merupakan upaya untuk mendongkrak penjualan yang menurun, menghadapi persaingan ketat di Eropa dan China, serta mengatasi hilangnya insentif pajak federal AS sebesar USD7.500 yang berakhir September lalu.

Related Post
Elon Musk, CEO Tesla, sebelumnya menekankan pentingnya harga di bawah USD30.000 setelah insentif untuk menembus pasar massal. Namun, analis Dan Ives dari Wedbush mengungkapkan kekecewaannya karena pemotongan harga hanya sekitar USD5.000 dari varian yang lebih tinggi. Apakah Tesla perlu strategi harga yang lebih agresif untuk merebut hati konsumen? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.








Tinggalkan komentar