Cerita.co.id, Shenzhen – Persaingan pabrikan otomotif China semakin sengit, kini merambah ke ranah yang tak terduga: kemampuan amfibi. Dua SUV, Yangwang U8 dari BYD dan Jetour G700 dari Chery, unjuk gigi dengan kemampuan mengapung dan "berenang" di air.
Aksi Jetour G700 yang berani menyeberangi Sungai Yangtze menjadi sorotan utama. Namun, di balik demonstrasi teknologi yang memukau ini, tersembunyi potensi masalah biaya perawatan yang tinggi dan bobot kendaraan yang mencapai 3 ton.
Dua Pendekatan "Berenang" yang Berbeda

Related Post
Meskipun sama-sama mampu melaju di air, Yangwang U8 dan Jetour G700 memiliki pendekatan teknis yang berbeda.
-
Yangwang U8 (BYD): Mode Darurat Mewah
SUV mewah Yangwang U8, dengan harga mulai dari Rp2,48 miliar, mengandalkan fitur amfibi sebagai "mode darurat". Saat diaktifkan, suspensi akan naik, mesin bensin mati, jendela tertutup rapat, dan pendingin udara beralih ke resirkulasi. U8 bergerak di air dengan memutar keempat motor listriknya, menciptakan "tank turn" yang memungkinkannya melaju perlahan (3 km/jam) selama 30 menit. SUV ini mampu menghadapi genangan air sedalam 1 meter (standar) hingga 1,4 meter (Off-Road Master Edition). Fitur ini ditujukan sebagai "asuransi" bagi pemilik kaya yang mungkin terjebak banjir.
-
Jetour G700: Amfibi Aktif (dengan Batasan)
Jetour G700, dengan harga lebih terjangkau (Rp 767,1 juta hingga Rp 964,7 juta), mengambil pendekatan yang lebih ekstrem sebagai kendaraan amfibi aktif.









Tinggalkan komentar