Cerita.co.id – Industri otomotif global kembali dikejutkan dengan inovasi berani dari pabrikan asal China, ZXMoto. Berbeda dengan tren skutik yang ada di pasar saat ini, ZXMoto baru saja memperkenalkan sebuah prototipe skutik crossover kelas 250cc yang mengusung konsep petualang atau adventure. Yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan sistem penggerak rantai, sebuah fitur yang sangat jarang ditemukan pada segmen sepeda motor matik.
Prototipe revolusioner ini pertama kali diperkenalkan ke publik dalam ajang bergengsi CIMA Motor 2026 di China. Melansir informasi dari laman Mekanika, motor ini saat ini masih dalam tahap pengembangan intensif. ZXMoto menargetkan versi produksi massal dari skutik petualang ini akan resmi meluncur ke pasar pada Juli 2027 mendatang.
Secara visual, motor ini tampil dengan desain yang sangat gagah dan kekar, mencerminkan identitasnya sebagai kendaraan crossover. ZXMoto memberikan perhatian khusus pada ground clearance yang tinggi, sebuah syarat mutlak bagi motor yang dirancang untuk melibas berbagai medan, mulai dari aspal mulus hingga jalanan berbatu. Kaki-kaki motor ini pun dirancang khusus agar mampu menunjang penggunaan di berbagai kondisi jalan yang ekstrem.

Related Post
Namun, keunikan utama motor ini bukan terletak pada tampilannya, melainkan pada konfigurasi mesin dan transmisinya. ZXMoto membekali skutik ini dengan mesin dua silinder parallel-twin yang ditempatkan tepat di tengah rangka. Penempatan ini sangat kontras dengan desain skutik konvensional yang biasanya menyatukan mesin dengan swingarm. Pada skutik biasa, seluruh unit mesin akan ikut bergerak naik-turun mengikuti kerja suspensi belakang. Namun, dengan menempatkan mesin di tengah rangka seperti motor sport, stabilitas motor diharapkan menjadi jauh lebih baik.
Meski menggunakan mesin yang menyerupai motor sport, sistem transmisinya tetap mengadopsi CVT (Continuously Variable Transmission). Keunikan muncul saat tenaga dari CVT diteruskan ke roda belakang. Jika skutik pada umumnya menggunakan sabuk (belt), ZXMoto justru memilih menggunakan rantai. Kombinasi ini menjanjikan penyaluran tenaga yang lebih responsif dan tangguh untuk kebutuhan petualangan.
Untuk menunjang performa di medan berat, ZXMoto menyematkan suspensi depan jenis upside down (USD) dan suspensi belakang monoshock. Bagian swingarm dibuat menggunakan material aluminium yang ringan namun kuat. Menariknya, ukuran velg depan dan belakang dibuat berbeda untuk optimasi traksi; velg depan berukuran 15 inci, sementara velg belakang berukuran 14 inci.
Dari sisi teknologi, prototipe ini sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan canggih seperti ABS dual-channel dan Traction Control System (TCS). Untuk memudahkan pengendara, panel instrumen sudah menggunakan layar TFT digital. ZXMoto bahkan menjanjikan fitur tambahan pada versi produksi nanti, seperti electronic throttle dan cruise control. Meski desain saat ini masih berupa prototipe dan belum final, kehadiran motor ini diprediksi akan mengubah peta persaingan skutik petualang di masa depan.









Tinggalkan komentar