Cerita.co.id melaporkan insiden mengejutkan yang mengguncang paddock MotoGP Ceko. Marco Bezzecchi, pembalap jebolan akademi VR46 milik Valentino Rossi, tersandung masalah serius setelah aksinya memukul seorang marshal di Sirkuit Brno. Reaksi keras pun muncul, termasuk dari sang mentor, Valentino Rossi, yang turut angkat bicara mengenai tindakan anak didiknya tersebut.
Drama tersebut terjadi saat balapan Sprint Race MotoGP Ceko. Bezzecchi mengalami kecelakaan di tikungan 3, membuat motor Aprilia RS-GP miliknya terseret ke area gravel. Saat seorang marshal bergegas membantu mengangkat motor dari kerikil, tanpa sengaja tuas gas tertarik, menyebabkan mesin meraung keras. Momen inilah yang memicu kemarahan Bezzecchi. Ia segera berlari ke arah motornya untuk menekan tombol kill switch. Dalam rekaman yang beredar, Bezzecchi terlihat mendorong marshal tersebut menjauh dari tuas gas, bahkan tangan kanannya sempat mengenai area wajah sang marshal. Emosi Bezzecchi belum mereda setelah berhasil mematikan mesin, ia kembali melayangkan pukulan ke arah marshal yang sama.
Akibat insiden ini, Marco Bezzecchi dijatuhi sanksi berat: dilarang mengikuti balapan utama seri MotoGP Ceko. Hukuman ini sontak menarik perhatian banyak pihak, termasuk Valentino Rossi. Legenda MotoGP itu mengakui kesalahan Bezzecchi, namun menyatakan keterkejutannya atas beratnya sanksi yang diberikan. "Saya rasa Marco bersalah, tapi saya tak mengira kalau dia tak bisa balapan. Tapi ya seperti ini," ujar Rossi, seperti dikutip Cerita.co.id dari berbagai sumber.

Related Post
Di sisi lain, marshal yang menjadi korban pemukulan, Ladislav, juga memberikan keterangannya. Ia mengaku memahami situasi emosional yang dialami Bezzecchi, namun tak menampik rasa terkejutnya atas insiden tersebut. Ladislav menjelaskan bahwa tindakannya murni untuk membantu. "Saya melakukan tugas saya, menghampiri motor dan mengangkatnya. Saya menekan kopling dan mencoba mengangkatnya karena mesinnya masih menyala, lalu motor itu meluncur, jadi saya menurunkannya kembali tapi putaran mesinnya malah meningkat," jelas Ladislav. "Dia mungkin mengira saya melakukannya dengan sengaja, (tapi) itu murni tak sengaja. Lalu semua orang melihat apa yang terjadi," tambahnya.
Bezzecchi sendiri dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakan arogannya. Insiden ini sekali lagi menyoroti intensitas dan tekanan tinggi yang dihadapi para pembalap di ajang sekelas MotoGP, di mana emosi dapat memuncak dalam sepersekian detik. Meski demikian, profesionalisme dan rasa hormat terhadap petugas lintasan tetap menjadi prioritas utama.







Tinggalkan komentar