Rupiah Tertekan Konflik Global

Rupiah Tertekan Konflik Global

Cerita.co.id melaporkan, nilai tukar rupiah kembali melemah di hadapan dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.877 per dolar AS, mengalami penurunan 16 poin atau sekitar 0,09 persen. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh sentimen eksternal yang berasal dari ketegangan geopolitik yang memanas serta antisipasi pasar terhadap data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti berlanjutnya ketegangan antara AS dan Iran sebagai faktor dominan yang menekan rupiah. Konflik terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menyebabkan aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut tetap minim. Washington menuduh telah menyerang sebuah kapal di Teluk Oman yang diduga menuju Iran, sementara Teheran bersikeras Selat Hormuz akan tetap ditutup kecuali tuntutan ganti rugi mereka dipenuhi, sebuah tuntutan yang ditolak keras oleh Presiden AS Donald Trump. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Selain itu, serangan berkelanjutan oleh kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, setelah pengumuman blokade laut terhadap Arab Saudi, turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global, yang pada gilirannya menopang harga minyak mentah.

Rupiah Tertekan Konflik Global
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, investor juga mencermati dengan seksama rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang dijadwalkan pada hari Rabu, diikuti oleh data harga produsen (PPI) pada hari Kamis, akan menjadi penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve. Angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan, sementara angka yang lebih tinggi justru bisa memicu kembali ekspektasi kenaikan suku bunga. Skenario terakhir berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan mata uang lainnya, termasuk rupiah, di tengah ketidakpastian global.

COLLABMEDIANET

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar