Cerita.co.id – Sebuah insiden lalu lintas melibatkan mobil Mitsubishi Pajero Sport dan truk pengangkut semen mengguncang ruas Tol Jagorawi Km 44, Bogor, Jawa Barat, pada dini hari. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 04.40 WIB ini diduga kuat dipicu oleh pengemudi Pajero yang mengantuk saat melaju dari arah Bogor menuju Jakarta. Meskipun tidak ada korban jiwa, bagian depan SUV mewah tersebut mengalami kerusakan parah.
Menurut keterangan Kainduk PJR Tol Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli, kendaraan Pajero Sport melaju di lajur satu sebelum akhirnya pengemudi kehilangan fokus akibat kantuk. Akibatnya, mobil tersebut tak terhindarkan menabrak bagian belakang truk semen yang berada di depannya. Foto-foto di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan signifikan pada bagian depan Pajero, dengan kaca pecah dan bodi yang ringsek. Beruntungnya, seluruh penumpang selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menanggapi insiden serupa, Instruktur sekaligus Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, sebelumnya telah berulang kali menekankan bahaya berkendara di waktu dini hari. Menurut Jusri, periode tersebut merupakan jam biologis tubuh manusia untuk beristirahat, sehingga potensi kecelakaan akibat kelelahan atau kantuk jauh lebih tinggi.

Related Post
"Tidak ada substansi apapun yang dapat menggantikan fungsi restoratif dari tidur," tegas Jusri. Ia menambahkan bahwa istirahat yang cukup adalah satu-satunya ‘bahan bakar’ esensial, terutama bagi mereka yang berencana melakukan perjalanan jauh. Kondisi mengantuk secara drastis memperlambat respons motorik pengemudi dalam menghadapi situasi tak terduga di jalan raya, meningkatkan risiko fatal.
Jusri menyarankan, jika muncul tanda-tanda kelelahan atau kantuk, pengemudi harus segera mencari tempat aman untuk beristirahat. Pilihan lainnya adalah menunda perjalanan, mengganti moda transportasi, atau meminta orang lain untuk mengemudi. "Intinya, jangan pernah berkendara saat tubuh dalam kondisi letih," pungkasnya. Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan bahwa jalan raya adalah lingkungan yang penuh risiko. Oleh karena itu, prioritas utama adalah keselamatan, yang dimulai dari kesiapan fisik pengemudi.








Tinggalkan komentar