Ojol Listrik Vietnam Siap Gebrak Jakarta

Ojol Listrik Vietnam Siap Gebrak Jakarta

Cerita.co.id – Dunia transportasi daring di Indonesia bersiap menyambut pemain baru yang datang dari negeri tetangga. Green SM, perusahaan layanan ride-hailing asal Vietnam yang sebelumnya telah sukses dengan armada taksi listriknya, kini resmi merambah pasar Indonesia melalui layanan ojek online (ojol) berbasis motor listrik. Meski saat ini operasionalnya masih terbatas di wilayah Jakarta, perusahaan ini memberikan sinyal kuat akan melakukan ekspansi besar-besaran ke berbagai wilayah lain di Tanah Air dalam waktu dekat.

Kehadiran pemain baru ini memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan pelaku industri transportasi roda dua. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, memberikan pandangan terkait fenomena masuknya Green SM Bike ke pasar domestik. Menurutnya, kehadiran kompetitor baru merupakan angin segar bagi ekosistem ride-hailing di Indonesia karena memberikan lebih banyak opsi bagi masyarakat.

Ojol Listrik Vietnam Siap Gebrak Jakarta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Igun menjelaskan bahwa kompetisi yang sehat akan menguntungkan dua sisi, yakni konsumen dan pengemudi. Bagi masyarakat, banyaknya pilihan platform akan meningkatkan standar layanan. Sementara bagi para pengemudi, kehadiran platform baru ini dapat menjadi alternatif sumber penghasilan tambahan serta memperluas pilihan tempat mereka mencari nafkah.

COLLABMEDIANET

"Kami melihat kehadiran Green SM Bike sebagai pemain baru dapat memberikan dampak positif, asalkan kompetisi yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan," ujar Igun dalam keterangannya. Ia juga menyoroti nilai tambah yang dibawa oleh Green SM, yakni penggunaan ekosistem kendaraan listrik. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong transisi menuju mobilitas rendah emisi dan transformasi transportasi digital yang lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik optimisme tersebut, Garda Indonesia memberikan catatan kritis. Igun menekankan agar persaingan antar-platform tidak berujung pada "perang tarif" yang tidak sehat. Ia mengkhawatirkan jika perusahaan-perusahaan hanya berlomba menurunkan harga secara ekstrem demi memenangkan pasar, maka mitra pengemudi yang akan menjadi pihak paling dirugikan karena pendapatan mereka akan tergerus.

"Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, dan efisiensi, bukan berlomba menurunkan tarif hingga menekan pendapatan pengemudi," tegasnya. Pihak asosiasi berjanji akan terus memantau model bisnis Green SM, mulai dari struktur tarif, pola kemitraan, hingga sistem insentif yang diberikan kepada mitra pengemudi.

Di sisi lain, CEO VGreen, Edison Mai, mengonfirmasi bahwa layanan skuter listrik Green SM telah mulai menyapa warga Jakarta. Melalui platform media sosialnya, ia menyatakan bahwa layanan ini telah mulai beroperasi di titik-titik strategis seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Dengan jargon yang menekankan kecepatan dan efisiensi biaya, Green SM tampaknya siap menantang dominasi pemain lama di industri ojol Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar